• Tiga Asset Management Telah Manfaatkan DES

    Dari 2 Januari 2015 sampai dengan 29 Desember 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  telah memberikan persetujuan pihak penerbit DES kepada PT Manulife Aset Manajemen Indonesia melalui penerbitan Surat Keputusan No: Kep-48/D.04/2015 tentang Persetujuan sebagai Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah kepada PT Manuliife Aset Manajemen Indonesia dan Surat Keputusan No: Kep-69/D.04/2015 tentang Persetujuan sebagai Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah kepada PT BNP Paribas Investment Partners.

  • Talk Show Pasar Modal Syariah di Investor Summit

    Tersedianya ragam produk investasi di pasar modal Indonesia belum dapat menjamin ketertarikan investor untuk menjadikan pasar modal sebagai tujuan utama dalam berinvestasi. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang investasi di pasar modal yang dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya.

  • Tabungan Simpel iB Diminati Pelajar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah rekening dalam rangka program Simpanan Pelajar (Simpel) baik yang konvensional dan syariah telah mencapai 117.911 rekening atau 117,9% persen dari target 2015 yaitu sebanyak 100.000 rekening sejak dilakukannya aktivasi program tabungan SimPel/SimPel iB pada 8 September 2015.

  • Saham SCMA Dikeluarkan dari Jakarta Islamic Index


    Ada perubahan komposisi saham dalam penghitungan Jakarta Islamic Index (JII). Saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) masuk menggantikan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Perubahan ini mulai diberlakukan sejak 1 Desember 2015 sampai dengan 28 Mei 2015.

  • Saham PT MKN Ditetapkan sebagai Efek Syariah


    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu tentang penetapan saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk sebagai Efek Syariah. Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner OJK tersebut, maka Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait.

  • Saham Kino Indonesia Masuk Efek Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu tentang penetapan saham PT Kino Indonesia Tbk sebagai Efek Syariah. Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner OJK tersebut, maka Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait.

  • Saham Indopora Masuk Efek Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu tentang penetapan saham PT Indonesia Pondasi Raya Tbk sebagai Efek Syariah.

  • Saham Atmindo Masuk Efek Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu tentang penetapan saham PT Ateliers Mecaniques D'Indonessie Tbk (Atmindo) sebagai Efek Syariah.

  • Roadmap Keuangan Syariah Dorong Pembiayaan Infrastruktur

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan World Bank dan Islamic Development Bank (IDB) menyelenggarakan “OJK International Conference on Islamic Finance 2015” yang dilaksanakan di Hotel Kempinski, Jakarta pada 12-13 November 2015. Konferensi yang bertema “Infrastructure Financing: The Unleashed Potential of Islamic Finance” ini membahas beberapa isu terkait upaya penguatan peran keuangan syariah dalam mendukung pembiayaan infrastruktur.Konferensi tersebut dibuka oleh Wakil Ketua OJK, Dr. Rahmat Waluyanto dan menghadirkan Resident Representative Country Gateway Office of Islamic Development Bank (IDB) Group, Ibrahim Al Shoukry dan the World Bank Country Director untuk Indonesia,  Rodrigo Chaves.

  • Produk Reksadana Syariah Bisa Berbasis Efek Syariah Luar Negeri

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja menerbitkan POJK 19/POJK.4/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah. Peraturan tersebut merupakan relaksasi pengaturan batasan protofolio efek Reksa Dana Syariah dari 10% menjadi 20% pada satu efek syariah.

  • OJK Terbitkan Enam Peraturan Baru Pasar Modal Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan enam Peraturan OJK (POJK) yang terkait dengan pasar modal. Berdasarkan keterangan resmi OJK, peraturan- peraturan tersebut berlaku pada 10 November 2015.

  • OJK Luncurkan SiKOMPAK SYARIAH

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Working Group SiKOMPAK SYARIAH (Sinergi Komunikasi dan Pemasaran Bersama Keuangan Syariah) yang merupakan program bersama OJK dan Industri Keuangan Syariah dalam memasarkan produk dan jasa keuangan syariah.

  • OJK Luncurkan Program Galeri Investasi Mobile

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan program pilot project Galeri Investasi Mobile yang melibatkan beberapa perusahaan sekuritas yang menjadi pioneer dan beberapa Universitas. Galeri Investasi Mobile merupakan sebuah sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengenal lebih jauh mengenai pasar modal sehingga dapat meningkatkan pemahaman baik secara teori maupun memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan simulasi transaksi secara langsung dan real time.

  • OJK Gandeng NU

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pengembangan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi keuangan, dan pengembangan lembaga keuangan mikro syariah.Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dan Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Said Aqil Shiroj di Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

  • OJK Gali Potensi Produk Keuangan Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Islamic Development Bank dan World Bank Group serta Swiss Confederation State Secretariat for Economic Affairs (SECO) menyelenggarakan OJK International Conference on Islamic Finance di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta pada 12-13 November 2015.Tema yang diusung pada konferensi tahun ini adalah“Infrastructure Financing: The Unleashed Potential of Islamic Finance” yang sejalan dengan program pemerintah yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

  • OJK Dekatkan Bank Syariah dengan Pertanian

    Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan melakukan Kick-Off Meeting Kelompok Kerja Pemberdayaan Perbankan Syariah Dalam Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia (“Pokja Pertanian Organik”).  Pokja Pertanian Organik dibentuk berdasarkan Keputusan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-2/PB.1/2016 tanggal 20 April 2016.

  • OJK Cabut Izin UUS Bringin Srikandi Finance

    Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin unit usaha syariah atas nama PT Bringin Srikandi Finance. Pencabutan izin usaha ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Dewan Komisioner KEP-23​/NB.223/2016 atas perusahaan tersebut.

  • NAB Reksa Dana Syariah Per September Rp10,10 Triliun

     

    Kinerja pasar modal yang cenderung berfluktuasi menyebabkan perkembangan reksa dana syariah per September cenderung melemah bila dibandingkan dengan Agustus. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK),total nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana syariah per September sebesar Rp10,10 triliun. Capaian itu sedikit lebih rendah dari kinerja Agustus Rp10,83 triliun.

  • NAB Reksa Dana Syariah November Rp10,77 Triliun

    Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana syariah per November mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan posisi Oktober. Hal itu berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru saja dirilis pada hari ini. Pada November total NAB reksa dana syariah mencapai Rp10,77 triliun, sedangkan pada Oktober hanya Rp10,69 triliun.

  • KSF Tingkatkan Rekening Tabungan Syariah

    Untuk meningkatkan penetrasi sektor jasa keuangan syariah, OJK menyelenggarakan Keuangan Syariah Fair 2016 (KSF) di 4 kota di Indonesia antara lain Jakarta (3-6 Maret), Surabaya (12-15 Mei), Tangerang (4-7 Agustus), Aceh (26-30 Agustus).