• Saham Puradelta Lestari Masuk DES

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait dengan penetapan efek syariah. Yaitu, Keputusan Nomor: KEP-30/D.04/2015 tentang penetapan saham PT Puradelta Lestari Tbk sebagai efek syariah.

  • Saham PT PP Properti Masuk DES

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait dengan penetapan efek syariah. Yaitu, Keputusan Nomor: KEP-20/D.04/2015 tentang penetapan saham PT PP Property Tbk sebagai efek syariah.

  • Saham Garuda Metalindo Masuk Efek Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Nomor: KEP-43/D.04/2015 tentang Penetapan Saham PT Garuda Metalindo Tbk sebagai Efek Syariah. Maka, Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-34/D.04/2015 tanggal 29 Mei 2015 tentang Daftar Efek Syariah.

  • Saham Anabatic Technologies Masuk Efek Syariah

     Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Nomor: KEP-42/D.04/2015 tentang Penetapan Saham PT Anabatic Technologies Tbk sebagai Efek Syariah. Maka, Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-56/D.04/2014 tanggal 27 November 2014 tentang Daftar Efek Syariah.

  • Reksa Dana Syariah Diyakini Terus Berkembang

    Selama 2015, terdapat 20 penerbitan reksa dana syariah baru dan 1 reksa dana syariah yang dibubarkan.  Penerbitan reksa dana syariah pada 2015 didominasi oleh penerbitan Reksa dana pasar uang (30,00%), reksa dana berbasis efek syariah luar negeri (25,00%), reksa dana syariah pendapatan tetap (20,00%), reksa dana syariah saham (15,00%) dan reksadana syariah terproteksi (10,00%).Jumlah outstanding reksa dana syariah sampai dengan akhir tahun 2015 mencapai 92 reksa dana atau meningkat 24,32% dari tahun 2014 yang berjumlah 74.

  • Pertumbuhan Bank Syariah di Jateng Turun

    Pertumbuhan perbankan syariah di Jawa Tengah cukup membanggakan karena berhasil mencapai angka enam persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang hanya 4,7%. Meski begitu, perbankan syariah di Jawa Tengah tidak boleh berleha-leha karena pada lima bulan pertama di awal 2015, pertumbuhannya turun 1,6%.

  • Peningkatan Saham DES, Pengaruhi Pasar Modal Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan perkembangan pasar modal syariah sepanjang kuartal IV 2014. Di mana berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (KDKOJK) tentang Daftar Efek Syariah (DES) pada November 2014, terdapat 334 Saham yang masuk dalam DES. Sejak penerbitan keputusan tersebut, terdapat tambahan 2 Saham Syariah di bulan Desember 2014, sehingga total Saham Syariah adalah 336 saham atau meningkat sebanyak 3,07% dibandingkan triwulan sebelumnya. Saham yang masuk DES memiliki pangsa pasar sebesar 56,36% dari total Emiten yaitu sebanyak 561.

  • Peluang Jasa Keuangan dan Ekonomi Syariah Terbuka Lebar

    Peluang jasa keuangan dan ekonomi berbasis syariah masih terbuka lebar. Ini karena Indonesia memiliki demografi dengan kelas menengah yang terus bertumbuh.

  • Pasar Modal Syariah Miliki Potensi Luar Biasa


    Sebagai upaya pengembangan pasar sukuk domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menyelenggarakan Workshop bertemakan Pengembangan Pasar Sukuk Domestik melalui Pasar Global yang diikuti oleh para pelaku industri pasar modal. Serta regulator terkait pada 20 Mei 2015 di OJK Institute, Jakarta. Workshop ini turut dihadiri oleh Lord Mayor of the City of London serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia, beserta delegasi pelaku industri jasa keuangan Inggris.

  • Panitia FREKS IV 2015 Terima 158 Paper

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Universitas Brawijaya mengadakan kegiatan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) IV Tahun 2015.

  • OJK Revisi Aturan Penerbitan Efek Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melakukan proses revisi Peraturan Nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah agar industri pasar modal syariah di dalam negeri lebih berkembang.

  • OJK Relaksasi Perizinan Lembaga Keuangan Mikro

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan regulasi baru yang berisi relaksasi persyaratan perizinan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Relaksasi tersebut dapat mempermudah perizinan dan upaya pengembangan LKM sehingga dapat meningkatkan peran LKM dalam program inklusi keuangan.

  • OJK Regional IV Goes to Pesantren


    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IV Jawa Tengah – DIY bekerjasama dengan Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai industri jasa keuangan berbasis pesantren. Untuk kali ini sosialisasi dan edukasi diberikan kepada santri dan pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Temabalang, Semarang, Jawa Tengah.

  • OJK Kerjasama dengan Dubai Services Authority

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dubai Financial Services Authority (FSA) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang meliputi peningkatan akses informasi serta kapasitas lembaga jasa keuangan syariah.

  • OJK Kampanyekan Aku Cinta Keuangan Syariah

    Guna lebih meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap industri jasa keuangan syariah, Otoritas Jasa Keuangan akan menggelar kampanye keuangan syariah nasional yang disebut dengan program “Aku Cinta Keuangan Syariah” (ACKS).

  • OJK Kaji Transaksi Marjin Berbasis Syariah

    Salah satu faktor yang sangat penting untuk dikembangkan dalam rangka mendorong pertumbuhan produk syariah adalah peningkatan transaksi efek syariah di pasar sekunder. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan transaksi efek syariah yaitu melalui kajian terkait kemungkinan penerapan konsep pembiayaan transaksi margin berbasis syariah untuk efek-efek syariah.

  • OJK Harmonisasi Aturan Pasar Modal Syariah


    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melaksanakan harmonisasi rancangan peraturan terkait Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal. Yakni, saham yang diterbitkan oleh Emiten Syariah, Sukuk, Reksa Dana Syariah, Efek Beragun Aset (EBA) Syariah dan Ahli Syariah Pasar Modal.

  • OJK Gandeng Kementerian Agama Aktivasi Simpel iB

    Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan program Simpanan Pelajar (Simpel) dan Simpel IB (Syariah). Peluncuran di lakukan di SMA 68 Jakarta, Selasa (8/9). Peluncuran program ini ditandai dengan penandatangan kedua belah pihak Kementerian Agama oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad. Ikut mendampingi Menag Dirjen Pendis Kamaruddin Amin dan Sesmen Khairul Huda.

  • OJK Fokus Kembangkan Tiga Hal

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan pasar modal - baik pasar saham maupun pasar surat hutang -sebagai sumber pembiayaan yang semakin penting bagi dunia usaha. Dengan kualitas infrastruktur dan regulasi yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kemudian memperbesar akses bagi usaha kecil dan menengah pada sumber pembiayaan, baik perbankan, lembaga pembiayaan dan penjaminan, pasar modal, serta lembaga keuangan mikro. Juga mendorong peningkatan basis investor ritel domestik. Ketiga hal tersebut dilaksanakan OJK secara simultan untuk sistem keuangan konvensional dan sistem keuangan syariah.

  • OJK Dorong Penerbitan Sukuk Untuk Pembiayaan Infrastruktur

    Otoritas Jasa Keuangan mendorong minat emiten di Indonesia untuk menerbitkan sukuk berdenominasi rupiah untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur di Tanah Air.