• Roadmap Keuangan Syariah Dorong Konsolidasi Bank Syariah

    Moody Investors Service menilai roadmap keuangan syariah yang sedang disusun pemerintah Indonesia akan mendorong konsolidasi antara bank syariah dan mendorong perkembangan pasar sukuk domestik yang lebih besar.

  • OJK Luncurkan SiKOMPAK SYARIAH

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Working Group SiKOMPAK SYARIAH (Sinergi Komunikasi dan Pemasaran Bersama Keuangan Syariah) yang merupakan program bersama OJK dan Industri Keuangan Syariah dalam memasarkan produk dan jasa keuangan syariah.

  • OJK Kerjasama dengan Dubai Services Authority

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dubai Financial Services Authority (FSA) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang meliputi peningkatan akses informasi serta kapasitas lembaga jasa keuangan syariah.

  • Jumlah Nasabah DPK Bank Umum Syariah Bertambah

    Industri perbankan syariah mulai tumbuh. Menilik data statistik perbankan syariah, jumlah nasabah dana pihak ketiga (DPK) Bank Umum Syariah naik menjadi 12, 54 juta pada akhir 2015 dibandingkan akhir 2014 yang sebanyak 9,45 juta.

  • Industri Keuangan Syariah Dunia Tumbuh 17,3% per tahun

    Pada tahun ini, Bank Indonesia mendapatkan kesempatan bertindak sebagai chairman Islamic Financial Services Board (IFSB). Salah satu peran yang dilakukan sebagai chairman tersebut adalah menjadi tuan rumah IFSB Annual Meeting yang dilakukan sebanyak 2 kali di tahun 2015 ini. Annual meeting pertama diselenggarakan 31 Maret sampai dengan 2 April 2015 di Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 44 negara anggota IFSB yang terdiri dari bank sentral, otoritas jasa keuangan dan intitusi keuangan syariah.

  • Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Keuangan Syariah Global

    Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Saat ini sedang mengambil tindakan, baik di tingkat lokal maupun internasional untuk menjadi pemain utama di pasar keuangan Islam global.Demikian disarikan dari penelitian yang dilakukan K&L Gates sebuah konsultan yang dipublikasikan pada 14 Maret 2016.

  • Garuda Peroleh Pinjaman USD 100 Juta

    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. ( GIAA) menandatangani perjanjian kerjasama “Bridging Loan Facility” dengan prinsip Musyarakah (Syariah) dengan BII-Maybank senilai USD 100 juta. Penandatanganan kerjasama pembiayaan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo dan Presiden Direktur BII-Maybank Taswin Zakaria.

    Kerjasama pembiayaan tersebut dilaksanakan dengan jangka waktu pendanaan selama 1 (satu) tahun dalam bentuk pembiayaan talangan (Bridging Loan Facility) berkaitan dengan rencana pendanaan dan pengembangan perusahaan ke depan melalui penerbitan Obligasi Sukuk International (Global Sukuk Bond") sebesar USD 500 juta.

  • Dukungan Pemerintah Terhadap Keuangan Syariah Semakin Menguat

    Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil menyebutkan potensi dan peran penting investasi keuangan syariah dalam mendukung pembangunan nasional di hadapan audiens yang menghadiri acara IFN Asia Forum 2016 di Hotel Shangri-La Jakarta pada Rabu (06/04).

  • DJPPR Gelar Training Sukuk Bagi Akademisi

    Melanjutkan kesuksesan kegiatan Training of Trainers Sukuk Negara yang dilaksanakan di Kota Malang beberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) kembali melaksanakan kegiatan Training of Trainers Sukuk Negara di Jakarta.

  • Catat, Ini Dia Jadwal Keuangan Syariah Fair 2016

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pameran produk dan jasa keuangan syariah Keuangan Syariah Fair (KSF) 2016 di Mall Gandaria City Jakarta sebagai bagian untuk terus mengenalkan dan mendekatkan masyarakat dengan produk dan jasa layanan keuangan syariah. Keuangan Syariah Fair digelar yang 3-6 Maret 2016 merupakan pembuka rangkaian Kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah 2016.

  • BI Terbitkan Peraturan Lindung Nilai Syariah

    Bank Indonesia menerbitkan instrumen transaksi lindung nilai (hedging) syariah, melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/2/PBI/2016 tentang Transaksi Lindung Nilai Berdasarkan Prinsip Syariah.

  • BI Bersinergi dengan Lembaga Syariah

    Pada 31 Maret 2015 sampai dengan 2 April 2015 Bank Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan International Financial Services Board (IFSB) di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 44 negara anggota IFSB yang terdiri dari bank sentral, otoritas jasa keuangan dan intitusi keuangan syariah.

    Mengawali rangkaian acara pertemuan tahunan tersebut, Bank Indonesia (BI) bersama Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/ MOU dalam rangka penguatan kerjasama dan koordinasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

  • BI Berdayakan Pesantren

    Pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan pesantren merupakan bentuk tanggungjawab Bank Indonesia untuk ikut mendorong peran seluruh elemen masyarakat dalam pengembangan ekonomi nasional khususnya ekonomi dan keuangan syariah.

  • Berikut Lima Strategi BI Kembangkan Keuangan Syariah

    Prospek ekonomi dan keuangan syariah Indonesia semakin cerah. Industri keuangan syariah memiliki peluang yang besar untuk tumbuh di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Kondisi makroekonomi juga terus membaik di tengah tekanan ekonomi global. Layanan industri keuangan syariah juga semakin beragam.

  • Aset Keuangan Syariah Capai Rp359 Triliun

    Keuangan Syariah di Indonesia telah berkembang dengan pesat dalam 5 tahun terakhir, baik dari jumlah pelaku maupun aset keuangan syariah di perbankan, pasar modal dan IKNB. Hingga bulan Maret 2016, aset perbankan dan IKNB Syariah telah mencapai Rp 359 triliun (Perbankan Syariah Rp 290 triliun, dan IKNB Syariah Rp 69 triliun). Sedangkan Sukuk negara telah mencapai Rp 376 triliun.

  • Antam Kerjasama dengan Pegadaian Pasarkan Emas

    PT ANTAM (Persero) Tbk ( ANTM) mengumumkan bahwa Perseroan melanjutkan   ekspansi   bisnis   emas   melalui   kerjasama dengan PT Pegadaian (Persero).  Hal  tersebut  diwujudkan melalui  penandatanganan  Nota  Kesepahaman  antara  Direktur Utama  ANTAM, Tedy  Badrujaman    dengan    Direktur    Utama  Pegadaian Riswinandi perihal  Sinergi  Bisnis.

  • ALIF Targetkan Pembiayaan Rp. 1,28 Triliun

    PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF) menargetkan pembiayaan syariah sebesar Rp. 1,28 triliun. Perinciannya, Rp400 miliar berasal dari pembiayaan motor, Rp605 miliar pembiayaan mobil sedangkan sisanya yakni Rp275 miliar dari pembiayaan komersial dan elektronik.

    Presiden Direktur ALIF Iman Pribadi mengaku optimistis bisa merealisasikan target tersebut. Apalagi pada tahun ini perseroan telah menjalin kerjasama sebagai co branding antara Nissan dengan KKM iB Muamalat. “Nissan merupakan produk terkemuka. Memiliki jaringan penjualan dan purna jual yang baik dan tersedia di seluruh Indonesia,” jelas dia kepada wartawan (22/3) di Jakarta.