• Pemerintah Lelang SBSN pada 21 April


    Pemerinta akan melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 21 April 2015. Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk) yaitu seri PBS006 (reopening), PBS007 (reopening) dan PBS008 (reopening). Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 08102015 (reopening) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.

  • Pemerintah Lelang SBSN pada 17 November

    Pemerintah Indonesia akan melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 17 November 2015. Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk) yaitu seri PBS006 (reopening), PBS009 (reopening) dan PBS011 (new issuance). Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 04052016 (new issuance) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.

  • Pemerintah Lelang SBSN pada 16 Juni

    Pemerintah Indonesia akan melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 16 Juni 2015. Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk) yaitu seri PBS006 (reopening), PBS007 (reopening) dan PBS008 (reopening). Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 04122015 (Reopening) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.

  • Pemerintah Lelang SBSN 8 September

    Pemerintah Indonesia akan melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 8 September 2015. Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk) yaitu seri PBS006 (reopening), PBS008 (reopening) dan PBS009 (reopening). Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 09032016 (new issuance) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.

  • Pemerintah Lelang SBSN 25 Agustus

    Pemerintah Indonesia akan melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2015. Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk) yaitu seri PBS006 (reopening), PBS008 (reopening), dan PBS009 (reopening). Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 05022016 (reopening) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.

  • Pemerintah Lelang SBSN 11 Agustus

    Pemerintah Indonesia akan melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 11 Agustus 2015. Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk) yaitu seri PBS006 (reopening), PBS007 (reopening), PBS008 (reopening) dan PBS009 (reopening). Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 05022016 (new issuance) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.

  • Pemerintah Akan Terbitkan Sukuk Tabungan Kuartal III 2016


    Varian surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk semakin bertambah. Pemerintah akan menerbitkan sukuk tabungan pada kuartal III tahun ini.

  • Minat Lelang Sukuk Capai Rp 13,25 Triliun

    Pemerintah menggelar lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk, Selasa (5/4).

  • Mayoritas Pembeli Sukuk Ritel Merupakan Orang Tua

    Investasi di hari tua ternyata diterapkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Buktinya, investor lanjut usia atau lansia tercatat menjadi pembeli terbanyak sukuk ritel seri SR-008.

  • Lelang SBSN, Pemerintah Serap Rp2,5 Triliun


    Pemerintah berhasil menghimpun dana sejumlah Rp2,5 triliun dari hasil lelang empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (22/9) kemarin. Hasil lelang ini akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.

  • Lelang SBSN Lebihi Target

    Pemerintah berhasil menghimpun dana sejumlah Rp3,17 triliun dari hasil lelang penjualan empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (17/11). Hasil lelang ini akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.Padahal, target indikatif yang ditetapkan pemerintah melalui lelang ini sebesar Rp2 triliun.

  • Lelang SBSN atau Sukuk Negara pada 30 Juni


    Pemerintah akan melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada Selasa (30 Juni 2015). Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (project based sukuk), yaitu seri PBS006 (reopening), PBS007 (reopening) dan PBS008 (reopening). Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara seri SPN-S 15012016 (new issuance) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2015.

  • Investor Menyerbu Lelang Sukuk Negara

    Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada Selasa (19/4) untuk seri SPNS06102016 (reopening), PBS009 (reopening), PBS006 (reopening), PBS011 (reopening) dan PBS012 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. 

    Total penawaran yang masuk sebesar Rp 15,31 triliun atau di atas target indikatif yang ditetapkan semula sebesar Rp 4 triliun. Seri PBS009 mengalami permintaan paling tinggi sebesar Rp 4,81 triliun dengan yield tertinggi dan terendah yang masuk masing-masing 7,68% dan 7,31%. Pemerintah memenangkan seri ini sebesar Rp 1,01 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,41% dan tingkat imbalan 7,75%.

    Sedangkan seri PBS012 mengalami total permintaan Rp 3,34 triliun dengan yield tertinggi 8,5% dan yield terendah yang masuk 7,9%. Seri ini dimenangkan Rp 1,22 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,99% dan tingkat imbalan 8,87%.

    Seri PBS006 mengalami permintaan Rp 2,29 triliun dengan yield tertinggi 7,84% dan yield terendah 7,46%. Seri ini dimenangkan Rp 1,37 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,59% dan tingkat imbalan 8,25%. Serta, seri PBS011 mengalami total permintaan Rp 1,75 triliun dengan yield tertinggi 8,03% dan yield terendah 7,68%. Seri ini kemudian diserap Rp 1,58 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,72% dan tingkat imbalan 8,75%.

    Sementara itu, seri bertenor pendek enam bulan mengalami permintaan Rp 3,10 triliun dengan yield tertinggi 7% dan yield terendah yang masuk 5,43%. Seri ini dimenangkan Rp 1 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 5,54% dan tingkat imbalan diskonto. (lan)

     

  • Investor Dubai Siap Tanamkan Modal di SBSN

    Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menerima kedatangan Deputy Group CEO Noor Bank Ahmed Aljanahi, sebagai perwakilan dari Noor Islamic Bank di Uni Emirat Arab. Kedatangan CEO Noor Bank ini untuk menyampaikan komitmen dari para investor di dubai untuk menanamkan modalnya di Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.

  • DJPPR Gelar Training Sukuk Negara di Malang

    Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) melaksanakan kegiatan Training for Trainers Sukuk Negara untuk pertama kalinya di Kota Malang. Acara ini merupakan terobosan baru dalam edukasi dan diseminasi informasi publik mengenai Sukuk Negara untuk menyelaraskan antara kebutuhan industri dengan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas di pasar keuangan syariah.

    Kegiatan Training for Trainers Sukuk Negara perdana ini dilaksanakan pada Selasa, (19/4), di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Kota Malang, Jawa Timur. Peserta acara terdiri dari dosen Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Syariah beberapa perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur. Acara ini disambut antusiasme tinggi akademisi di Jawa Timur, terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 70 orang dari kuota awal 50 peserta.

    Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor UIN Malang Mudjia Rahardjo dan Sekretaris Jenderal IAEI Ibu Munifah Sanwani. Dalam sambutannya, Mudjia Rahardjo menyampaikan apresiasi atas terpilihnya UIN Malang sebagai pilot projects inisiatif Training for Trainers yang dilaksanakan Kemenkeu bekerja sama dengan IAEI dan berharap kegiatan ini dapat menjadi barometer kegiatan lainnya di masa depan. Rektor UIN Malang juga mengucapkan terima kasih atas alokasi pembiayaan dalam APBN 2016 yang disediakan untuk pembangunan gedung perkuliahan dan laboratorium Program Study Pendidikan Dokter di kampus UIN Malang melalui penerbitan Sukuk Negara dengan mekanisme project financing sukuk.

    "Hal ini makin menunjukan manfaat nyata penerbitan Sukuk Negara bagi pembangunan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan," ujar dia.

    Sekretaris Jenderal IAEI menyambut baik inisiatif pelaksanaan Training for Trainers sebagai bagian dari program edukasi publik Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko tahun 2016. Dengan program ini, IAEI berharap akan terjadi transfer of knowledge mengenai Sukuk Negara yang lebih luas terutama kepada para mahasiswa. Dalam proses ini, dosen peserta program Training for Trainers berperan penting sebagai agen penyebaran informasi Sukuk Negara di kampus masing-masing.

    "Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang lebih luas bagi pengembangan keilmuan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," kata dia.

    Acara Training for Trainers di kampus UIN Malang ini menghadirkan pembicara dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko yang menyampaikan topik-topik mengenai Perkembangan Sukuk Negara, Sukuk, Prinsip dan Ketentuan Syariah,  Struktur Akad Sukuk Negara, dan Aspek Hukum Sukuk Negara. (lan)

  • DJPPR Gelar Training Sukuk Bagi Akademisi

    Melanjutkan kesuksesan kegiatan Training of Trainers Sukuk Negara yang dilaksanakan di Kota Malang beberapa waktu lalu, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) kembali melaksanakan kegiatan Training of Trainers Sukuk Negara di Jakarta.

  • Ditengah Penurunan Harga, Indeks Sukuk Negara Sanggup Menguat

    Mayoritas harga sukuk negara bergerak negatif pada pekan 21-24 Maret 2016 dengan rata-rata penurunan seluruh seri sebesar 5,96bps week on week (wow).

  • Dana Terhimpun Lelang SBSN Rp2,5 Triliun

    Pemerintah berhasil menghimpun Rp2,5 triliun dari hasil lelang empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (8/9) kemarin. Hasil lelang ini akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015.

  • Dana Asing di Sukuk Negara Meningkat

    Kepemilikan asing pada surat berharga negara syariah (SBSN) atau sukuk bertambah menjadi Rp 13,42 triliun per 8 April 2016 dibandingkan akhir 2015 lalu yang tercatat Rp 8,14 triliun.

  • BRI Syariah Jadi Peserta Lelang SBSN


    Kementerian Keuangan menunjuk BRI Syariah menjadi peserta lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Hal itu membuat BRI Syariah resmi menjadi peserta lelang  SBSN mengikuti jejak dua bank syariah lainnya, yakni BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri.