Per Juni Aset IKNB Syariah Turun

Hingga Juni 2015 aset Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah turun menjadi Rp19 triliun dari sekitar Rp 20 triliun di akhir 2014. Pangsa pasar pun masih di bawah lima persen.

Menurut Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Moch Muchlasin,lambatnya pertumbuhan industri pembiayaan syariah ikut menyeret pertumbuhan IKNB Syariah keseluruhan. "Lima tahun terakhir, turbulensi pembiayaan syariah memang besar, terlebih sempat didiketatkannya aturan uang muka pada 2013," terang dia kepada wartawan.

Ada beberapa penyebab yang membuat kondisi seperti itu. Diantaranya banyaknya perusahaan pembiayaan syariah bermain di pembiayaan otomotif. Padahal sektor otomotif terkena imbas dari pelemahan ekonomi. Karena itu, ada baiknya pembiayaan syariah didorong untuk memberi porsi lebih besar untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah Moch Muchlasin mengatakan, pembiayaan UMKM oleh perusahaan pembiayaan sendiri sudah dilakukan. Ada sinergi pula antara perusahaan pembiayaan dengan penjaminan.

Dia mengakui, untuk masuk ke sektor UMKM diperlukan waktu. Sebab, UMKM adalah hal baru bagi industri pembiayaan syariah. Khususnya yang terkait dengan 'analisis kredit. Untuk diketahui, pada saat ini porsi UMKM di industri pembiayaan syariah masih di bawah 10%. "Meski begitu, ini berkaitan pula dengan kesiapan perusahaan. OJK akan melihat juga berapa besar mereka masuk ke bisnis UMKM. Saat ini rata-rata memberi porsi 5%. OJK mendorong supaya 10% ," ucap dia. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS