Kuartal IV 2014, Aset IKNB Syariah Naik 23,7%

© 2015 Prudential, Asuransi Syariah (illustrasi)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan perkembangan industri keuangan non bank syariah (IKNB) sepanjang kuartal IV 2014. Aset IKNB Syariah mengalami kenaikan sebesar 23,7% dibandingkan periode sebelumnya dengan industri Pembiayaan Syariah sebagai pemilik pangsa pasar syariah terbesar sebanyak 58,2%. 

Sampai dengan periode laporan, jumlah perusahaan perasuransian syariah sebanyak 49 entitas, lembaga pembiayaan syariah sebanyak 48 entitas (termasuk empat perusahaan modal ventura syariah), dan lembaga jasa keuangan syariah lainnya sebanyak tiga entitas. Selama periode laporan, jumlah entitas IKNB Syariah mengalami penambahan satu entitas.

Industri perasuransian syariah mengalami peningkatan nilai aset dan investasi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 7,7% menjadi Rp. 22,4 triliun dan 8,6% menjadi Rp. 19,5 triliun. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya kenaikan kontribusi dan klaim bruto, yakni 36,1% menjadi Rp. 9,3 triliun dan 37,2% menjadi Rp. 2,9 triliun, serta kenaikan kewajiban sebesar 2,0% atau menjadi Rp. 4,5 triliun.

Pengelolaan perusahaan perasuransian syariah dilakukan dalam bentuk full fledge dan Unit Usaha Syariah. Jumlah perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syariah adalah 49 perusahaan terdiri dari lima perusahaan asuransi syariah, 41 perusahaan asuransi dengan unit syariah dan 3 perusahaan reasuransi dengan unit syariah.

Jumlah aset perusahaan pembiayaan syariah mengalami kenaikan sebesar 37,7% dari triwulan sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan Kas dan Setara Kas pada sebesar 483,1% dari triwulan sebelumnya serta kenaikan Piutang sebesar 15,8% dari triwulan sebelumnya.

Komposisi terbesar dari aset perusahaan pembiayaan syariah adalah piutang yang diberikan kepada masyarakat. Jumlah piutang tersebut sebagian besar berasal dari transaksi murabahah.

Sampai dengan periode laporan, jumlah perusahaan pembiayaan syariah sejumlah 44 perusahaan pembiayaan syariah, terdiri atas tiga perusahaan berbentuk full fledge dan 41 perusahaan berbentuk UUS. Jumlah perusahaan berbentuk modal ventura syariah sebanyak empat perusahaan dengan aset sebesar Rp. 384,6 miliar. Sementara itu, jumlah perusahaan penjaminan syariah sebanyak tiga perusahaan, terdiri atas dua full fledge dan satu UUS. Total aset perusahaan penjaminan syariah sampai dengan periode laporan sebesar Rp. 376,9 miliar yang didominasi oleh investasi pada deposito, diikuti oleh aktiva tetap, dan piutang imbal jasa penjaminan. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS