Maroko Siap Miliki Bank Syariah

Paling cepat September ini, Maroko akan memiliki bank syariah pertama. Jika terwujud, maka Maroko menjadi negara pertama di kawasan Afrika Utara yang mencoba manisnya industri keuangan syariah yang asetnya mencapai USD 1,8 triliun.

Jika bank sentral menyetujui, maka Dar Assafaa, afiliasi dari bank pemberi pinjaman terbesar Attijari Wafa, akan menjadi lembaga keuangan pertama di Maroko yang sepenuhnya berbasis syariah. Hal ini disampaikan asosiasi pemodal Maroko, Moroccan Association of Participative Financiers.

Pada Januari lalu, Maroko menerbitkan undang-undang yang mengatur produk keuangan syariah dan perizinan pendirian bank syariah lokal dan internasional.

"Pada bulan September atau Oktober bank syariah pertama akan mulai beroperasi," kata Said Amaghdir, ketua asosiasi pemodal yang berbasis di Casablanca seperti dikutip dari The National, Rabu 11 Maret 2015.

"Kebutuhan pembiayaan Maroko sangat besar, terutama dalam pembiayaan proyek dan stabilitas yang kita nikmati di sini akan bertindak sebagai pendukung," ujar Said.

Politik yang relatif stabil dibanding negara tetangga telah membantu Maroko untuk maju dalam industri dibanding negara lain di Afrika Utara yang berjalan tersendat.

Keuangan syariah Mesir tergelincir setelah pemerintah Islam Mohammed Morsi digulingkan pada 2013, sementara Libya telah tergelincir ke dalam kekacauan politik setelah penggulingan Muammar Qaddafi pada tahun 2011.

Bahkan di Tunisia, yang untuk pertama kalinya menjalani pemilihan presiden secara langsung pada bulan November, penjualan perdana sukuknya telah tertunda setidaknya tiga kali.

Moroccan Association of Participative Financiers memperkirakan jumlah investasi produk berbasis syariah di dunia akan mencapai USD 7 miliar pada 2018. Sementara itu, lembaga pemeringkat investasi S & P memperkirakan pada tahun itu sekitar USD 1,8 triliun aset dipegang oleh lembaga keuangan syariah di seluruh dunia.

"Keuangan Islam menyumbang sebanyak 10 persen dari total aset perbankan dalam waktu 10 tahun," kata Mohamed El Kettani, CEO dari Attijari Wafa.

"Kami sudah menjadi pemimpin pasar dan kami bertekad tetap menjadi pemimpin di bawah undang-undang baru," tambahnya.

Pada Januari lalu, Gubernur Bank Sentral Tunisia menyatakan rencana untuk menjual sukuk pada kuartal ketiga. Sementara Menteri Keuangan Maroko Mohamed Boussaid mengatakan pada bulan November negaranya tidak akan menjual sukuk sebelum 2016.

Dana Moneter Internasional bulan lalu mengatakan Maroko dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya sebanyak 5,5 persen dalam jangka menengah dari perkiraan 4,4 persen pada tahun 2015, melalui reformasi ekonomi, termasuk dengan meningkatkan transparansi dan tata kelola.

"Ada kemauan politik dari pemerintah dengan mengadopsi undang-undang ini dan mempersiapkan penerbitan sukuk," kata Montasser Khelifi, seorang manajer senior di Quantum Investment Bank berbasis di Dubai.

"Dengan terpuruknya Tunisia akibat gejolak politik, Afrika Utara relatif tidak menarik. Namun Maroko tetap menarik bagi investor Eropa," tandasnya. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS