Industri Keuangan Syariah Dunia Tumbuh 17,3% per tahun

© 2015 mysharing.co (Illustrasi)

Pada tahun ini, Bank Indonesia mendapatkan kesempatan bertindak sebagai chairman Islamic Financial Services Board (IFSB). Salah satu peran yang dilakukan sebagai chairman tersebut adalah menjadi tuan rumah IFSB Annual Meeting yang dilakukan sebanyak 2 kali di tahun 2015 ini. Annual meeting pertama diselenggarakan 31 Maret sampai dengan 2 April 2015 di Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 44 negara anggota IFSB yang terdiri dari bank sentral, otoritas jasa keuangan dan intitusi keuangan syariah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara, menjelaskan, IFSB adalah lembaga standarisasi regulasi untuk industri keuangan syariah yang didirikan pada tahun 2002 dimana Indonesia yang diwakili oleh Bank Indonesia (BI) merupakan salah satu negara pendiri. Banyak standar regulasi yang diterbitkan oleh IFSB yang secara teknis telah diadopsi ke dalam pengaturan lembaga keuangan syariah agar memiliki dimensi kehati-hatian dalam beroperasi.

“ Adapun lembaga keuangan syariah yang diatur mencakup perbankan syariah, asuransi syariah dan pasar modal syariah. Indonesia yang diwakili oleh BI dan OJK telah secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan Working Group untuk menghasilkan standar-standar peraturan internasional,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Secara global, industri keuangan syariah telah mengalami pertumbuhan yang cukup cepat terutama dalam 10 tahun terakhir. Tingkat pertumbuhan secara global mencapai 17,3 persen per tahun yang berarti hampir 2 kali lipat tingkat pertumbuhan sistem keuangan konvensional. Saat ini diperkirakan asset yang dikelola industri keuangan syariah telah mencapai USD 2 triliun.

Pertumbuhan industri keuangan syariah diperkirakan akan terus berlanjut dengan menyandarkan pada 5 (lima) mesin pertumbuhan. Pertama adalah pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Kedua, perdagangan lintas negara yang semakin berkembang. Ketiga, perkembangan produk keuangan syariah yang semakin inovatif. Keempat, perkembangan kerangka pengaturan yang semakin baik. Dan terakhir adalah pertumbuhan populasi Muslim dunia yang diperkirakan akan meningkat.

Selain perkembangan di sektor industri yang mulai mapan, isu mengenai inklusi keuangan menjadi penting bagi sistem keuangan syariah mengingat banyak negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang juga merupakan anggota IFSB memerlukan program inklusi keuangan untuk menanggulangi kemiskinan. Dalam arti luas, program keuangan inklusif menyangkut pengembangan instrument dan lembaga microfinance serta pengembangan mekanisme dan intitusi pendukungnya. Secara nasional, inklusi keuangan merupakan program nasional yang secara khusus dilakukan oleh Bank Indonesia. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS