OJK Sampaikan Peran Keuangan Syariah di Vatikan

2015,OJK


Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad  pada Jumat (15/5) lalu menjadi pembicara kunci seminar “Economic & Business Ethic In Christianity And Islam” yang berlangsung di Universitas Pontifikal Santo Thomas Aquinas di Vatikan. Seminar tersebut membahas konsep keuangan Syariah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya kaum miskin.

Acara tersebut merupakan kerjasama antara Kedubes Indonesia di Tahta Suci Vatikan, Dewan Kepausan bidang Perdamaian dan Keadilan serta Universitas Pontifikal Santo Thomas Aquinas atau Angelicum, sebuah universitas Kepausan yang dikelola Tahta Suci Vatikan.

Muliaman dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa peran penting industri keuangan syariah harus diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat ke sektor keuangan atau inklusi keuangan sehingga keberadaannya bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.“Selain perannya untuk menyerap guncangan keuangan dan pengembangan ekonomi. Industri keuangan syariah penting untuk meningkatkan akses masyarakat atau inklusi keuangan yang antara lain dilakukan dengan literasi keuangan,” kata Muliaman dalam keterangan tertulisnya.

Perkembangan industri keuangan syariah yang terus meningkat harus diikuti dengan peningkatan akses sebagian besar penduduk ke layanan keuangan termasuk akses ke pendanaan untuk UKM dan pengusaha. Muliaman juga menyebutkan bahwa konsep keuangan Islam dan Katolik memiliki banyak kesamaan yaitu menuju sistem keuangan yang berbasis etika, menjunjung keadilan dan bertujuan membantu yang miskin.

Beberapa hal penting juga disampaikan Muliaman untuk pengembangan industri keuangan syariah seperti mendorong operasi pasar bebas, adil , dan transparan dalam sektor jasa keuangan syariah, peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang keuangan syariah dan  pengembangan produk standar  keuangan syariah melalui penelitian dan inovasi.

Pembicara kunci lain dalam seminar ini adalah Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson, seorang kardinal Gereja Katolik Roma Ghana yang menjabat sebagai presiden Dewan Kepausan untuk keadilan dan perdamaian. Pembicara dari Indonesia yang juga menjadi pembicara dalam kesempatan itu adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dan Muhammad Syafii Antonio pakar keuangan dan perbankan syariah yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia.

Industri Keuangan Syariah dalam perkembangannya sekitar 40 tahun ini tetap memegang prinsip antara lain pembentukan keadilan ekonom , distribusi kekayaan yang adil dan penyaluran dana masyarakat terhadap kegiatan ekonomi riil yang produktif dan bermanfaat.

Perbankan Syariah tetap sektor yang paling berkembang dari industri keuangan ini dan pada tingkat global  pertumbuhan tahunan mencapai  sekitar 16% dengan total aset USD1 triliun. Pasar Modal Islam, khususnya Sukuk Market, telah dikembangkan secara signifikan dengan jumlah penerbitan pada tahun 2012 sebesar USD139 miliar. Industri Keuangan Nonbank Syariah juga terus tumbuh dan berperan penting dalam memenuhi tujuan industri  seperti Takaful, Bank Investasi, Manajemen Aset, Dana Pensiun,  Lembaga Keuangan Mikro dan lain-lain.