Roadmap Keuangan Syariah Dorong Konsolidasi Bank Syariah

Moody Investors Service menilai roadmap keuangan syariah yang sedang disusun pemerintah Indonesia akan mendorong konsolidasi antara bank syariah dan mendorong perkembangan pasar sukuk domestik yang lebih besar.

"Meskipun tingkat pertumbuhan bank lebih dari 30% per tahun, sektor perbankan syariah hanya menangkap pangsa 5% dari sistem perbankan Indonesia," kata Moody Global Head of Islamic Finance Khalid Howladar, dalam keterangan tertulisnya. Dia menambahkan roadmap keuangan syariah yang sedang dibahas pemerintah Indonesia seharusnya bisa mendorong pertumbuhan di sektor ini.

"Roadmap ini juga akan mendukung konsolidasi bank syariah milik negara dan komersial, yang pada gilirannya akan meningkatkan ukuran basis modal bank, meningkatkan efisiensi biaya, dan memungkinkan peningkatan underwriting di sektor korporasi dan infrastruktur," kata Wakil Presiden Moody dan Analis Senior untuk Lembaga Financial Group Simon Chen.

Chen mengatakan konsolidasi yang akan terjadi juga akan meningkatkan tingkat profitabilitas bank. Hal ini dikarenakan bisa meningkatkan kemampuan kas internal dan modal eksternal dari bank syariah. Semakin tinggi tingkat profitabilitas pada gilirannya akan meningkatkan daya tarik sektor untuk investor. Hal itu tentunya akan mendorong pertumbuhan di sektor ini.

Laporan Moody mengatakan sejak akhir 2005, aset perbankan syariah di Indonesia telah tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 33%. Capaian tersebut melampaui pertumbuhan di sektor perbankan konvensional. Namun meskipun begitu,  aset perbankan syariah hanya 4,6% dari total aset sistem perbankan nasional. Di mana per November 2014 hanya naik dari 1,4% pada akhir 2005. Jumlah bank syariah juga bertambah tiga menjadi 12.

Kurangnya pasar sukuk di Indonesia telah membatasi kemampuan bank syariah untuk meningkatkan dana non-deposit dan aset jangka panjang - seperti pembiayaan rumah - dengan dana dari durasi yang sama.

Laporan Moody juga menunjukan bank syariah di Indonesia mengoperasikan jaringan cabang yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan bank konvensional dan basis modal yang lebih kecil. Bank syariah juga berfokus pada segmen berisiko pelanggan seperti ritel, usaha mikro dan usaha kecil dan menengah dan bukan korporasi. (her)