OJK Fokus Kembangkan Tiga Hal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan pasar modal - baik pasar saham maupun pasar surat hutang -sebagai sumber pembiayaan yang semakin penting bagi dunia usaha. Dengan kualitas infrastruktur dan regulasi yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Kemudian memperbesar akses bagi usaha kecil dan menengah pada sumber pembiayaan, baik perbankan, lembaga pembiayaan dan penjaminan, pasar modal, serta lembaga keuangan mikro. Juga mendorong peningkatan basis investor ritel domestik. Ketiga hal tersebut dilaksanakan OJK secara simultan untuk sistem keuangan konvensional dan sistem keuangan syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam sambutan pembukaan Pasar Rakyat Syariah mengatakan, dengan ketiga fokus tersebut, ekonomi syariah diharapkan dapat membantu dalam peningkatan ketahanan dan daya saing pasar keuangan Indonesia menghadapi tantangan perekonomian nasional kedepan. Berdasar pada potensi benefit yang ditawarkan kepada masyarakat secara luas, OJK selaku otoritas sektor jasa keuangan terus menyempurnakan visi dan strategi kebijakan pengembangan sektor keuangan syariah, yang tertuang dalam Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019 dan diharapkan menjadi panduan arah pengembangan yang berisi inisiatif strategis untuk mencapai sasaran pengembangan yang ditetapkan.

Data OJK per Maret 2015, industri perbankan syariah terdiri dari 12 Bank Umum Syariah, 22 Unit Usaha Syariah yang dimiliki oleh Bank Umum Konvensional dan 163 BPRS dengan total aset sebesar Rp264,81 triliun dengan pangsa pasar 4,88%.

Sementara jumlah pelaku Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syariah 98 lembaga di luar LKM, yang terdiri atas usaha jasa takaful (asuransi syariah) yang mengelola aset senilai Rp23,80 triliun, disamping usaha pembiayaan syariah yang mengelola aset senilai Rp19,63 triliun, serta lembaga keuangan syariah lainnya dengan aset senilai Rp12,86 triliun. Secara keseluruhan pangsa pasar IKNB Syariah telah mencapai 3,93% dibanding total aset Industri Keuangan Non Bank secara umum.

Sedangkan Pasar Modal Syariah yang dikembangkan dalam rangka mengakomodasi kebutuhan masyarakat di Indonesia yang ingin melakukan investasi di produk-produk pasar modal sesuai prinsip dasar syariah. Sampai akhir Maret 2015, total saham syariah yang diperdagangkan di pasar modal syariah mencapai nilai Rp3.037,46 triliun, sementara sukuk korporasi yang diperdagangkan mencapai nilai Rp7,1 triliun dan Reksadana Syariah sebesar Rp11,7 triliun. (her)