OJK Regional IV Goes to Pesantren


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IV Jawa Tengah – DIY bekerjasama dengan Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (ForSHEI) UIN Walisongo mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai industri jasa keuangan berbasis pesantren. Untuk kali ini sosialisasi dan edukasi diberikan kepada santri dan pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Temabalang, Semarang, Jawa Tengah.

Acara bertajuk “OJK Goes To Pesantren”  ini berupaya mengedukasi kalangan pondok pesantren, yang merupakan calon tokoh agama. Agar paham dan sadar akan industri jasa keuangan di negeri ini, khususnya di Jawa Tengah.

Menurut Kepala Kantor perwakilan OJK Regional IV, Santoso Wibowo, selain edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan literasi keuangan dan perlindungan konsumen. Khususnya kepada santri dan pengurus ponpes dan diharapkan bisa diturunkan kepada tokoh agama lain."Kegiatan ini diadakan dalam rangka mendukung Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2015 yaitu memfokuskan program edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat," kata dia dalam keterangan tertulis yang disampaikan ForSHEI UIN Walisongo.

Kalangan pondok pesantren diharapkan akan mengetahui berbagai jenis lembaga keuangan syariah, seperti perbankan syariah, asuransi syariah, BPRS, pasar modal syariah di Bursa Efek Indonesia, serta pengetahuan lainnya. Sehingga bisa diterapkan dalam dunia pondok pesantren  "Kami juga memberikan informasi mengenai perlindungan konsumen," ujarnya.

Santoso mengharapkan dengan sosialisasi yang diikuti 100 santri di wilayah Meteseh, Tembalang, kota Semarang ini. Kalangan pondok pesantren mendapatkan siraman pengetahuan. Sehingga terhindar dari produk keuangan yang merugikan masyarakat. (her)