OJK Gandeng NU

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pengembangan sektor jasa keuangan, peningkatan literasi keuangan, dan pengembangan lembaga keuangan mikro syariah.Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dan Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Said Aqil Shiroj di Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Kerjasama ini juga diharapkan dapat membantu pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengembangan sektor jasa keuangan, Literasi Keuangan, dan pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah serta hubungan kemitraan untuk mewujudkan keuangan inklusif (financial inclusion) berbasis pondok pesantren, masjid, madrasah, dan lembaga pendidikan lain di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ruang lingkup kerja sama dalam Nota Kesepahaman ini adalah pelaksanaan koordinasi teknis yang meliputi:

a.    Sosialisasi dan literasi produk dan layanan keuangan;

b.    Peningkatan akses dan distribusi produk-produk keuangan;

c.    Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor jasa keuangan;

d.    Asistensi perizinan LKM syariah; dan

e.    Pengembangan jasa keuangan syariah;

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, mengatakan, peran Keluarga besar Nahdlatul Ulama sangat kita harapkan dalam upaya mewujudkan cita-cita membuka akses keuangan seluas-luasnya bagi masyarakat. Upaya ini dapat dimulai dari dunia pendidikan dibawah naungan Nahdlatul Ulama mulai dari pendidikan dasar sampai dengan Perguruan tinggi.

Tidak hanya itu, upaya ini juga diharapkan dapat diperbesar melalui berbagai gerakan ekonomi Nahdlatul Ulama, seperti melalui banyak koperasi-koperasi yang dibentuk oleh warga NU maupun lembaga NU sendiri, yang secara langsung berhadapan dengan masyarakat untuk dapat membantu penyelanggaraan edukasi keuangan lebih jauh kepada masyarakat."Semua tentunya mengenal Koperasi Pesantren NU yang begitu berkembang antara lain Koperasi Pesantren Sidogiri Pasuruan, Ponpes An-Nuqoyah di Guluk-guluk Sumenep, dan masih banyak lagi lainnya. Peran mereka tentu juga sangat kita harapkan," tutur dia dalam kesempatan itu.

Peningkatan akses keuangan ini sekali lagi saya tekankan bukan hanya upaya memberikan kredit saja tetapi merubah paradigma dan perilaku dari sekedar berpikir bagaimana mencari uang untuk bertahan hidup menjadi bagaimana merencanakan keuangan untuk masa depan. Oleh karena itu tentu saja OJK merasa yakin bahwa Nota Kesepahaman yang ditandatangani. Dapat menjadi landasan sinergi yang bisa dilakukan untuk mewujudkan perluasan akses Keuangan masyarakat.

Kerjasama ini juga diharapkan dapat membantu pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat melalui pengembangan sektor jasa keuangan,Literasi Keuangan, dan pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah serta hubungan kemitraan untuk mewujudkan keuangan inklusif (financial inclusion) berbasis pondok pesantren, masjid, madrasah, dan lembaga pendidikan lain di lingkungan Nahdlatul Ulama. (her)