Catat, Ini Dia Jadwal Keuangan Syariah Fair 2016

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pameran produk dan jasa keuangan syariah Keuangan Syariah Fair (KSF) 2016 di Mall Gandaria City Jakarta sebagai bagian untuk terus mengenalkan dan mendekatkan masyarakat dengan produk dan jasa layanan keuangan syariah. Keuangan Syariah Fair digelar yang 3-6 Maret 2016 merupakan pembuka rangkaian Kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah 2016.

“OJK akan menyelenggarakan Keuangan Syariah Fair di berbagai kota di Indonesia. Ini merupakan salah satu strategi OJK untuk mendekatkan masyarakat dengan industri keuangan syariah dan sebagai sarana memamerkan keunggulan produk dan jasa keuangan syariah, serta memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat berinteraksi dengan lembaga-lembaga keuangan syariah terkemuka di Indonesia,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani dalam sambutan pembukaan KSF 2016, Jakarta, Kamis (3/3).

Dalam KSF ini juga dilakukan peluncuran Working Group SiKOMPAK SYARIAH (Sinergi Komunikasi dan Pemasaran Bersama Keuangan Syariah) yang merupakan program bersama OJK dan Industri Keuangan Syariah dalam memasarkan produk dan jasa keuangan syariah.Selain itu, juga diluncurkan Buku Standar Produk Perbankan Syariah yaitu untuk produk Murabahah, produk Musyarakah dan produk Musyarakah Mutanaqisah.

Rangkaian KSF pertama ini diikuti oleh 41 perusahaan yang terdiri dari 11 industri keuangan non bank syariah, 19 industri perbankan syariah, dan 11 industri pasar modal syariah juga akan dimeriahkan dengan acara iB Goes To School, Talkshow Produk dan Jasa Keuangan Syariah, Talkshow Perencanaan Keuangan bersama Aidil Akbar, Workshop Perbankan Syariah kepada Guru, Workshop kepada netizen “iB Blogger Meet Up”, Talkshow Keuangan Syariah serta berbagai kegiatan Edutaintment (acara edukasi dan entertainment) mengenai Keuangan Syariah seperti Dongeng Syariah untuk anak dan senam santai Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) Reunion bersama Female Group.

Penyusunan standar produk keuangan syariah dilatarbelakangi oleh tuntutan pasar akan standar operasional produk yang mampu menunjang industri perbankan syariah dalam meningkatkan daya saing terlebih di era pasar bebas MEA sekaligus memenuhi prinsip good corporate governance. Hal itu dilakukan agar pemasaran produk pembiayaan perbankan syariah di lapangan memiliki standar pelaksanaan yang baik sehingga beberapa aspek produk bisa sesuai fatwa, ketentuan, standar syariah, hukum positif maupun praktek umum yang dapat diterima masyarakat.

Standar produk perbankan syariah disusun dengan tujuan untuk menjadi standar produk yang harmonis dengan berbagai ketentuan terkait sehingga dapat menjadi pedoman standar yang dapat membantu industri perbankan syariah dalam pengembangan dan pelaksanaan penyaluran produk serta memberikan kepastian hukum dan transparansi produk yang dapat melindungi konsumen. (lan)