Aset Keuangan Syariah Capai Rp359 Triliun

Keuangan Syariah di Indonesia telah berkembang dengan pesat dalam 5 tahun terakhir, baik dari jumlah pelaku maupun aset keuangan syariah di perbankan, pasar modal dan IKNB. Hingga bulan Maret 2016, aset perbankan dan IKNB Syariah telah mencapai Rp 359 triliun (Perbankan Syariah Rp 290 triliun, dan IKNB Syariah Rp 69 triliun). Sedangkan Sukuk negara telah mencapai Rp 376 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) namun demikian, market share keuangan syariah secara keseluruhan belum mencapai 5% dari total aset keuangan nasional. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tentunya hal ini menjadikan keprihatinan kita bersama. Upaya-upaya pengembangan keuangan syariah perlu terus digalakkan.  

Dalam rangka mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, OJK bermaksud menyelenggarakan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XIV pada tanggal 9-10 Juni 2016 di Kampus IAIN Imam Bonjol Padang. Acara FREKS ini dilaksanakan OJK bekerja sama dengan DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang. Kegiatan FREKS merupakan agenda rutin yang diselenggarakan OJK dan IAEI setiap 6 (enam) bulan sekali. 

FREKS XIV akan fokus pada bahasan tentang industri keuangan non bank (IKNB) syariah, dengan maksud untuk lebih mempopulerkan produk dan layanan IKNB Syariah kepada masyarakat umum. Adapun tema FREKS XIV adalah “Akselerasi Pengembangan IKNB Syariah yang Inovatif, Inklusif, dan Kontributif dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan”. 

Kegiatan FREKS XIV direncanakan akan dihadiri dan dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Ketua Umum IAEI/Menteri Keuangan RI, Gubernur Sumatera Barat dan Rektor IAIN Imam Bonjol, Padang.

Sebagai kegiatan pre-event FREKS XIV, panitia telah melakukan pengumuman Call for Paper, untuk memberi kesempatan kepada para praktisi, peneliti, dosen, mahasiswa dan khalayak umum untuk memberikan gagasan bagi pengembangan IKNB Syariah. Dalam Call for Paper ini, jumlah paper yang diterima adalah sebanyak 143 paper, dengan rincian 75 paper kategori madya dan 68 paper kategori muda. Selanjutnya, Dewan Juri call for paper telah memilih 12 paper terbaik, terdiri atas 6 paper kategori muda dan 6 paper kategori madya sebagai finalis call for paper.

Rangkaian kegiatan FREKS XIV terdiri atas 4 (empat) agenda utama, yaitu: 1). Presentasi Finalis Call for Paper, 2). Forum Rektor/Forum Bersama, 3). Diskusi Panel, dan 4). Seminar Prominent Speaker. Presentasi finalis call for paper merupakan agenda utama dari setiap penyelenggaraan FREKS. Setiap finalis akan diberi kesempatan untuk memaparkan paper-nya di hadapan Dewan Juri pada tanggal 10 Juni 2016 di Padang. 

Forum Rektor pada acara FREKS XIV ini diperluas menjadi Forum Bersama, hal ini dikarenakan para peserta tidak hanya melibatkan rektor atau yang mewakili rektor saja, namun akan dihadiri pula oleh pelaku industri keuangan syariah. Forum Bersama akan membahas topik mengenai “Peluang dan Tantangan Sumber Daya Insani Lembaga Keuangan Syariah”. Adapun narasumber yang akan hadir dalam Forum Bersama tersebut adalah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, perwakilan OJK dan IAEI serta praktisi.

Diskusi Panel akan membahas tentang “ potensi sukuk bagi pengembangan ekonomi syariah”, dengan mengundang narasumber dari Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Direksi perusahaan di lingkungan IKNB Syariah dan DSN MUI. Adapun peserta sesi ini berasal dari unsur pelaku IKNB Syariah, akademisi dan masyarakat umum.   

Seminar prominent speaker akan menghadirkan narasumber yang otoritatif dan sudah memiliki pengalaman yang sangat matang dalam isu keuangan syariah, yaitu Dr. Akhmad Affandi Mahfudz, selaku Peneliti International dari Shariah Research Academy for Islamic Finance Malaysia. (her)