Keuangan Syariah Masih Terkendala

2015, konselorsejati.wordpress.com


Keuangan syariah terdiri dari berbagai sektor yang menaungi berbagai lapisan masyarakat. Pertumbuhannya pun cukup signifikan. Sebagai contoh perbankan syariah rata-rata mengalami pertumbuhan aset 32,74% dengan market share 4,69%. Begitu juga dengan multifinance syariah dengan pertumbuhan aset rata-rata sebesar 149%.

Menurut Plt Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan, walaupun tumbuh signifikan. Terdapat harapan yang belum berhasil diwujudkan oleh industri keuangan syariah. Diantaranya keuangan syariah masih sebatas alternatif instrumen keuangan dan belum menjadi pilihan utama masyarakat juga variasi produk masih terbatas. "Produk yang meenjadi ciri khas keuangan syariah belum optimal digunakan," kata dia dalam sebuah seminar yang diadakan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (14/4) di Jakarta.

Dia menjelaskan, secara umum, ada beberapa permasalahan industri keuangan syariah di Indonesia. Diantaranya, belum terdapat visi nasional mengenai arah dan target pengembangan industri keuangan syariah. Dukungan pemerintah yang belum optimal. serta kerangka hukum dan peraturan yang belum sepenuhnya mengakomodasi ketentuan syariah dalam proses bisnis lembaga keuangan syariah.

itulah sebabnya, perlu dilakukan integrasi antar sektor keuangan syariah. Hal itu diyakini dapat memperbesar sumber pendanaan bagi industri keuangan syariah memperbanyak alternatif instrumen likuiditas yang sesuai prinsip syariah sekaligus membuka pasar lebih besar bagi takaful.

Strategi tersebut bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi. Baik dalam bentuk pembiayaan infrastruktur, korporasi dan mikro juga small medium enterprise. Sekaligus mendorong financial inclusion dan mendukung kebijakan juga aktivitas terkaitr poverty alleviation. "Tujuannya juga membantu masyarakat pada semua kalangan mendapatkan jaminan masa depan melalui investasi syariah dan takaful," jelas dia.

Dampak dari integrasi tersebut akan menyebabkan peran keuangan syariah dalam memajukan ekonomi nasional semakin meningkat. Sekaligus tercapainya socieconomic justice yang menjadi dasar ekonomi syariah.

Sementara Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani, menjelaskan, pengembangan keuangan syariah secara terintegrasi membutuhkan upaya bersama. Meliputi perencanaan, penguatan kapasitas industri, pengembangan pasar dan perlu adanya dukungan serta keberpihakan dari pemerintah juga stakeholder lain.

OJK sendiri tengah menyusun masterplan /roadmap pengembangan keuangan syariah Indonesia. Hal itu diharapkan bisa mengembangkan infrastruktur sistem keuangan syariah, proses bisnis, SDM, penyempunaan dan sistem pengawasan. "Seiring dengan itu meningkatkan program pengembangan pasar, edukasi dan program perlindungan konsumen jasa keuangan syariah," jelas dia. (her)