KONSULTASI KEUANGAN SYARIAH

Jika Anda tengah membuat perencanaan keuangan dengan mengacu pada prinsip-prinsip Syariah, baik untuk pribadi, institusi, korporasi, dan sebagainya. Anda ingin bertanya seputar topik tersebut, silakan berkonsultasi dengan SyariahFinance.com

Rubrik ini diasuh oleh QM Financial.

QM FINANCIAL

Phone : 021-293 294 08 / 09

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Strategi Kelola Keuangan Usaha

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saya sedang mengembangkan usaha kecil dengan omzet sekitar Rp10 juta per bulannya. Dengan pendapatan bersih sekitar Rp4 juta /bulan. kira-kira bagaimana mengelola keuangannya agar bisa menjamin keberlangsungan usaha saya di masa depan. Terimakasih atas perhatiannya.

 

Mulyati, Kebon Jeruk

 

Jawaban

Salah satu poin penting dalam mengelola usaha adalah mengelola aspek keuangan. Salah satu cara untuk memulainya adalah membuat laporan keuangan sederhana untuk usaha Anda. Ada 3 jenis laporan keuangan yang setidaknya rutin Anda buat yaitu Neraca, Laporan Rugi Laba dan Laporan Arus Kas. Ketiga  laporan ini nantinya akan dapat membantu Anda menilai kemajuan usaha Anda secara obyektif. Neraca akan memperlihatkan posisi keuangan usaha pada satu titik waktu dan berfungsi untuk membandingkan antara asset yang dimiliki dan bagaimana cara mendapatkan asset tersebut. Laporan Rugi Laba, sesuai dengan judulnya, menunjukkan untung atau ruginya suatu usaha sedangkan Laporan Arus Kas digunakan untuk memastikan bahwa usaha yang dimiliki layak secara finansial. Anda bisa belajar dari internet mengenai cara pembuatan ketiga laporan tersebut secara sederhana atau menggunakan template yang sudah banyak tersedia.

Dalam manajemen keuangan usaha, apabila Anda selalu mengambil seluruh keuntungan usaha guna memenuhi kebutuhan pribadi maka usaha Anda akan sulit berkembang. Salah satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan memasukkan komponen gaji Anda sebagai pemilik kedalam komponen biaya usaha Anda. Tentukan nilainya sesuai dengan kemampuan usaha Anda agar tidak membenani. Jika memang usaha Anda sudah cukup mapan, Anda dapat menentukan besaran gaji dengan terlebih dahulu menghitung kebutuhan pribadi. Dengan dana inilah Anda memenuhi kebutuhan Anda termasuk kebutuhan menabung dan berinvestasi untuk masa depan dan tujuan finansial Anda. Selanjutnya, laba setelah Anda memasukkan komponen gaji pemilik usaha dapat dikembalikan untuk menambah modal usaha.

Selain itu, dalam dunia usaha ada istilah uang kas adalah raja. Artinya, penting untuk menyediakan cukup kas dalam usaha Anda yang gunanya untuk memenuhi pengeluaran tak terduga atau darurat. Cadangan kas ini dapat Anda bangun dengan menyisihkan sebagian keuntungan dan tetap menyimpannya dalam bentuk kas dan setaranya misalnya dalam bentuk rekening tabungan terpisah dari rekening operasional atau deposito.

Pastikan Anda disiplin memisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha Anda agar tidak saling mengganggu. Hanya gunakan porsi gaji Anda untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Jika Anda merasa porsi gaji Anda masih belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pribadi Anda, kurangi pengeluaran-pengeluaran diluar pengeluaran rumah tangga atau menambah sumber penghasilan lainnya. Bangun juga dana darurat pribadi setidaknya 6 kali pengeluaran bulanan Anda agar Anda tidak mengganggu keuangan usaha Anda jika ada pengeluaran tak terduga. Bagi pemilik usaha, penting juga untuk memastikan bahwa Anda memiliki proteksi yang sesuai. Periksa kebutuhan perlindungan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga dan perlindungan jiwa jika usaha Anda merupakan sumber nafkah utama keluarga. Jika belum ada atau dirasa kurang, segera temukan produk asuransi yang sesuai. Semoga berhasil.