Pemerintah Lelang SBSN pada 5 Mei


Pemerintah berencana melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (5 Mei 2015). Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah berbasis proyek (project based sukuk). Yaitu seri PBS006 (reopening), PBS007 (reopening) dan PBS008 (reopening).

Selain itu, juga akan dilelang sukuk negara dengan seri SPN-S 06112015 (new issuance) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN. Berikut pokok-pokok terms & conditions SBSN yang akan dilelang seperti dikutip dari This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.:

Terms & Conditions SPN 06112015 PBS006 PBS007 PBS008
Tanggal Jatuh Tempo  6 Nov 2015 15 Sep 2020 15 Sep 2040 15 Jun 2016
Imbalan Disconto 8,25% 9% 7%

Underlying

Asset

BMN berupa tanah dan bangunan

Proyek/Kegiatan dalam APBN 2015

Tanggal Lelang

5 Mei 2015

Tanggal Setelmen 7 Mei 2015

Alokasi Pembelian Non- Kompetitif

20% dari jumlah yang dimenangkan

30% dari jumlah yang dimenangkan

Target Indikatif Rp 2 triliun
Peserta Lelang

Bank: (1) PT Bank Mandiri Tbk: (2) PT BRI Tbk; (3) PT BNI Tbk; (4) PT Bank Permata Tbk;(5) PT Bank Panin Tbk; (6) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited;(7) Bank OCBC NISP Tbk; (8) Standard Chartered Bank; (9) PT CIMB Niaga Tbk; (10) PT Bank Internasional Indonesia Tbk; (11) Citibank NA; (12) PT BNI Syariah; (13) PT BCA Tbk; (14) Deutsch Bank AG; (15) JP Morgan Chase Bank NA; (16) PT Bank BNP Paribas Indonesia; (17) PT Bank Syariah Mandiri.

Perusahaan Efek : (1) PT Danareksa Sekuritas; (2) PT Mandiri Sekuritas; (3) PT Trimegah Securities Tbk; (4) PT Bahana Securities

 

Lelang SBSN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction). Pada prinsipnya, semua pihak, investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya penyampaian bids harus melalui peserta lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Untuk penerbitan seri SPN-S menggunakan underlying asset yang seluruhnya barupa Barang Milik Negara (BMN) dan telah mendapatkan persetujuan DPR. Sedangkan untuk penerbitan seri PBS, menggunakan underlying asset berupa proyek /kegiatan dalam APBN 2015 yang telah mendapat persetujuan DPR.

SBSN seri SPN-S 06112015 akan diterbitkan menggunakan akad seri Ijarah Sale & Lease Back. Seri PBS006,PBS007, PBS008 menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased. Penggunaan kedua jenis akad penerbitan SBSN tersebut telah mendapatkan pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).(her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS