OJK Siap Launching Masterplan Pasar Modal Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap melaunching masterplan pasar modal syariah. Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada 5 Mei tersebut diharapkan bisa mempercepat perkembangan pasar modal syariah di tanah air. Pada saat ini, market share saham syariah telah melebihi 50% dari total saham yang beredar. Namun presentase produk reksadana, sukuk korporasi maupun sukuk pemerintah masih jauh dari yang diharapkan.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal OJK, Sugianto, mengatakan, masterplan ini berisi arah pengembang pasar modal syariah indonesia pada lima tahun pertama. Diantaranya terkait dengan arah perkembangannya merupakan hasil dari diskusi grup untuk memperkuat pengaturan produk lembaga dan propesi terkait pasar modal syariah. Kemudian peningkatan suply dan demand atas pasar modal syariah. Pengembangan SDM dan teknologi informasi pasar modal syariah. Serta melakukan promosi dan edukasi pasar modal syariah. "Ke lima berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan sinergi pengembangan pasar modal syariah," jelas dia dalam seminar yang diadakan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI).

Lalu ada beberapa sasaran yang diharapkan bisa tercapai. Diantaranya tersedianya perangkat hukum untuk mendorong perkembangan pasar modal syaria. Tumbuhnya jumlah, variasi produk dan jasa pasar modal syariah. Meningkatnya kualitas dan kreatifitas SDM dan teknologi informasi di pasar modal syariah. Meningkatnya literasi masyarakat dan pelaku pasar akan produk dan jasa pasar modal syariah. Serta terciptanya sinergi kebijakan pasar modal syariah.

Saat ini, OJK sudah mengidentifikasi berbagai tantangan pasar modal syariah. Pertama rendahnya tingkat literasi terhadap pasar modal syariah. "Untuk memberikan gambaran yang baik tidak gampang, perlu kerja keras. Untuk berinvestasi tidak hanya perlu dana tapi juga paham produk investasi tersebut," teran dia.

Tantangan berikutnya adalah kurangnya pemahaman pelaku pasar terhadap penerbitan efeklk syariah. Dari sisi suply diharapkan adanya penerbitan efek syariah.Kurangnya SDM yang memenuhi kualifikasi dibidang keuangan syariah dan pasar modal. Jadi bukan hanya memahami pasar modal, tetapi juga memahami pasar modal syariah. Disisi lain, suply dan demand di pasar modal syariah relatif kecil. Untuk itu diperlukannya harmonisasi regulasi untuk menciptakan sinergi pengembangan pasar modal syariah.

Prospek pengembangan pasar modal syariah sendiri diyakini akan terus meningkat. Selain karena pengembangan ekonomi syariah tidak hanya pasar modal syariah saja. Tetapi juga bank dan asuransi dan juga berkembang. Disisi lain, kelas menengah dan tumbuhnya perekonomian nasional diyakini akan menjadi katalis atas pasar modal syariah. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS