OJK Wacanakan Insentif Produk Syariah

@2015, www.slideserve.com

Market Share produk syariah, khususnya sukuk dan reksadana syariah masih berada pada kisaran 5% dibandingkan dengan total produk konvensional. Untuk itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewacanakan memberikan stimulus atas produk syariah.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, dalam rangka mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan porsi produk pasar modal syariah. Perlu adanya stimulus atas produk syariah. "Perlu diupayakan insentif. Antara lain berupa relaksasi aturan dan potongan pungutan bagi penerbitan produk syariah di pasar modal," jelas dia kepada wartawan di Jakarta.

Dia menjelaskan, dalam pasal 17 ayat (3) Peraturan Pemerintah No.11 /2014 tentang Pungutan oleh OJK disebutkan dalam hal OJK akan atau sedang mengembangkan industri, jenis layanan atau produk keuangan tertentu. Baik secara nasional ataupun di daerah tertentu, dapat mengenakan pungutan paling rendah sebesar 25% dari besar pungutan sebagaimana ditetapkan.

Mengingat pasar modal syariah merupakan industri yang sedang berkembang. Maka perlu diupayakan insentif berupa potongan atas pungutan. Potongan yang dimaksud antara lain dapat berupa potongan perizinan, biaya pendaftaran dan biaya tahunan.

Selain itu, juga perlu diupayakan juga potongan terhadap biaya tahunan di luar pungutan OJK. Antara lain, biaya pencatatan awal dan tahunan di bursa efek, serta biaya pemeringkatan tahunan untuk emiten yang menerbitkan efek syariah berupa sukuk.

Hingga akhir 2014, market share nilai aktiva bersih reksadana syariah masih dikisaran 4,92% dari total aktiva bersih reksadana. Dari sisi jumlah, saat ini ada 74 reksadana. Sementara jumlah reksadana konvensional 820. "Salah satunya karena keterbatasan pilihan portofolio efek syariah," jelas dia.

Oleh karena itu, terang dia, perlu upaya untuk meningkatkan jumlah reksadana syariah dengan memberikan insentif bagi pelaku pasar. Insentif tersebut dapat berupa relaksasi pengaturan. Seperti relaksasi atas batasan penempatan portofolio dalam satu jenis efek dan batasan waktu penawaran untuk memenuhi jumlah minimal dana kelolaan.

Selain itu, untuk mendorong minat penerbitan efek syariah, salah satu insentif yang sapat diberikan adalah dari sisi layanan dalam penerbitan efek syariah. Diharapkan penyelesaian pernyataan pendaftaran bisa dilakukan lebih cepat dari waktu yang ditetapkan (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS