Saham Anabatic Technologies Masuk Efek Syariah

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Nomor: KEP-42/D.04/2015 tentang Penetapan Saham PT Anabatic Technologies Tbk sebagai Efek Syariah. Maka, Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-56/D.04/2014 tanggal 27 November 2014 tentang Daftar Efek Syariah.

Berdasarkan keterangan resmi OJK diketahui, dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan PT Anabatic Technologies Tbk.

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten, maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Secara periodik OJK akan mengulas DES berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik.

Ulasan atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria Efek Syariah, atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, fakta dari Emiten, atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.

Untuk diketahui, PT Anabatic Technologies Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa teknolgi informasi terkemuka di Indonesia dan berencana menjual sahamnya kepada masyarakat dalam waktu dekat ini.

Anabatic memiliki empat bisnis inti yaitu: Mission Critical System Integration, IT Services Outsourcing, Business Process Outsourcing dan Value Added Distribution. Pelanggan Anabatic umumnya datang dari perbankan dan lembaga keuangan lain, serta perusahaan dari sektor lainnya. Bahkan, 9 dari 10 top perbankan nasional telah menjadi pelanggan Anabatic.

Perusahaan yang berdiri pada 2002 tersebut sudah berkembang pesat dan telah meluaskan usahanya ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, India, dan Filipina. Mayoritas saham Anabatic saat ini dimiliki oleh PT Artha Investama Jaya sebesar 50,26% dan memiliki tujuh anak perusahaan. Total asset Anabatic mencapai Rp1,974 triliun. Selain asset perusahaan yang terus meningkat, penjualan juga melejit mencapai Rp 2,57 triliun pada 2014.

PT Anabatic Technologies Tbk akan menjual maksimal 30% saham baru perusahaan atau 642.857.200 unit saham dengan nilai nominal Rp 650-800 per saham. Book building dilakukan pada 4-12 juni dan penentuan harga pada 15 Juni. Penawaran perdana pada 29 Juni-21 Juni 2015 dan penjatahan pada 2 Juli. Sedangkan listing akan dilakukan pada 6 Juli 2015.

Hasil penawaran saham menurut rencana sebesar 60% akan digunakan untuk mengembangkan bisnis perseroan dan entitas bisnis anak meliputi pengembangan produk dan perluasan pasar. Sebesar 20% untuk melunasi utang perusahaan dan 20% sisanya digunakan untuk menambah modal kerja perseroan. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS