Saham Garuda Metalindo Masuk Efek Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Nomor: KEP-43/D.04/2015 tentang Penetapan Saham PT Garuda Metalindo Tbk sebagai Efek Syariah. Maka, Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-34/D.04/2015 tanggal 29 Mei 2015 tentang Daftar Efek Syariah.

Berdasarkan keterangan resmi OJK menyebutkan, dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan PT Garuda Metalindo Tbk.

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten, maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Secara periodik OJK akan mengulas DES berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik.

Ulasan atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria Efek Syariah, atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, fakta dari Emiten, atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.

PT Garuda Metalindo Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang komponen otomotif segala jenis sepeda motor ini berdiri sejak 15 Maret 1982. Kantot pusat Garuda Metalindo terletak di Kapuk Kamal Raya nomor 23 Jakarta. Perseroan mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 26 Juni 2015 dengan masa penawaran saham pada 29-30 Juni 2015. Penjatahan dilakukan pada 2 Juli, dan pencatatan di BEI pada 7 Juli 2015.

Garuda Metalindo menerbitkan saham baru melalui penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) mencapai 468,75 juta lembar atau 20% dengan harga penawaran Rp550 per lembar dan mengantongi Rp257,81 miliar. BOLT menjadi emiten ke-9 di BEI tahun ini dengan mencatatkan 2,34 miliar lembar saham dan kapitalisasi pasar Rp1,28 triliun.

Setelah IPO, saham emiten berkode BOLT itu digenggam oleh PT Garuda Multi Investama (57,6%), Herman Wijaya (12,8%), Hendra Widjaja (4,8%), Ervin Wijaya (4,8%), dan masyarakat (20%).

Sepanjang periode 2014, pendapatan Garuda Metalindo mencapai Rp961,86 miliar dari tahun sebelumnya Rp889,74 miliar. Beban pendapatan mencapai Rp707,54 miliar dari Rp729,4 miliar.

Pendapatan yang diperoleh perseroan ditopang dari penjualan suku cadang sepeda motor sebesar 66% yakni Rp635,84 miliar dari sebelumnya Rp511,56 miliar. Disusul oleh penjualan autoparts sebesar Rp80,52 miliar (8%), dan penjualan lainnya Rp245,49 miliar (26%). Laba kotor yang dikantongi Garuda Metalindo pada 2014 mencapai Rp254,32 miliar dari Rp160,34 miliar setahun sebelumnya. Laba operasional mencapai Rp180,16 miliar dari Rp96,18 miliar. Perseroan meraih laba sebelum pajak mencapai Rp159,75 miliar dari sebelumnya rugi Rp25,25 miliar. Laba bersih pada periode berjalan mencapai Rp114,37 miliar dari sebelumnya rugi Rp19,81 miliar pada 2013.

Kas dan setara kas yang dimiliki perseroan mencapai Rp11,18 miliar dari sebelumnya Rp22,06 miliar. Total aset mencapai Rp905,95 miliar pada tahun 2014 dari sebelumnya Rp813,56 miliar. Total liabilitas per 31 Desember 2014 mencapai Rp361,61 miliar dari sebelumnya Rp723,38 miliar. Liabilitas jangka pendek mencapai Rp341,13 miliar dan jangka panjang Rp20,47 miliar dengan total ekuitas hingga akhir tahun lalu mencapai Rp544,33 miliar dari tahun sebelumnya Rp90,18 miliar. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS