Permintaan SBSN Cukup Tinggi

Meski sentimen di pekan kemarin masih terdapat sentimen negatif namun, permintaan akan lelang SBSN cukup tinggi dan bahkan mampu melampaui target indikatifnya. Meski jumlah SBSN yang dilelang masih sama seperti lelang SBSN sebelumnya namun, nilai penawarannya lebih rendah. Lelang SBSN yang terserap lebih banyak pada tenor jangka pendek.

"Dalam lelang tersebut, total permintaan yang masuk mencapai Rp6,31 triliun, lebih rendah dibandingkan lelang SBSN periode sebelumnya, Selasa (11/8) yang mencapai Rp 11,83 triliun. Lelang berhasil diserap Rp2,5 triliun atau sama dengan target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp2,5 triliun," jelas Head of Research NH Korindo Securities Indonesia (NHKSI) Reza Priyambada dalam risetnya.

Pemerintah memenangkan semua seri surat hutang negara tersebut. Adapun seri yang dimenangkan antara lain seri SPN-S05022016 (reopening) dengan permintaan yang masuk dari investor Rp 2,13 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk sebesar 6,66% dan Imbal hasil tertinggi 7,50%. Seri ini diserap Rp560 miliar dengan Imbal hasil rata-rata tertimbang 6,75% dan tingkat imbalan diskonto.

Kemudian, seri PBS006 (reopening) mengalami permintaan Rp 632 miliar dengan Imbal hasil terendah 8,87% dan Imbal hasil tertinggi yang masuk 9,06% serta diserap Rp 530 miliar. Seri PBS008 mengalami permintaan Rp 1,61 triliun dengan Imbal hasil terendah 7,25% dan Imbal hasil tertinggi yang masuk 8,44% serta diserap Rp 460 miliar. Seri PBS009 dengan permintaan yang masuk dari investor Rp 1,95 triliun dan diserap Rp 950 miliar dengan Imbal hasil rata-rata tertimbang 8,23% dan tingkat kupon 7,75%.

Masih adanya sentimen negatif membuat laju pasar obligasi kian tertekan sehingga aksi jual dari para pelaku pasar pun masih terjadi. Kami pun masih melihat peluang pelemahan lanjutan jika pelaku pasar tidak mengurangi aksi jualnya. Meskipun demikian, kami masih berharap sentimen di pekan depan dapat lebih membaik sehingga pelaku pasarpun kembali mentransaksikan obligasi dan dapat membuat pasar obligasi lebih baik. Sama halnya seperti pekan kemarin dimana pelemahan nilai tukar Rupiah masih akan menjadi perhatian dan disertai dengan data-data makroekonomi yang akan muncul..Kemungkinan laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang di kisaran ±55 hingga 68 bps. Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada.

Di pekan kemarin Pemerintah telah melelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, tanggal 25 Agustus 2015. Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk) yaitu seri PBS006 (reopening), PBS008 (reopening), dan PBS009 (reopening). Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 05022016 (reopening) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015. Adapun imbalan yang di tawarkan, untuk seri SPN-S05022016 sebesar diskonto; PBS006 sebesar 8,25%; PBS008 sebesar 7,00%; dan PBS009 sebesar 7,75%. Adapun target indikatif yang direncanakan ialah sebesar Rp 2,5 triliun. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS