Permintaan Lelang SBSN Lebih Rendah

Pemerintah telah melakukan lelang penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa, 22 September 2015. Seri-seri SBSN yang akan dilelang adalah SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk) yaitu seri PBS006 (reopening) dengan imbalan 8,25%, PBS008 (reopening) dengan imbalan 7,00%, dan PBS009 (reopening) dengan imbalan 7,75%. Selain itu juga akan dilelang Sukuk Negara dengan seri SPN-S 09032016 (reopening) dengan imbalan diskonto untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015.

 

Menurut Research Analyst NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada, di pekan kemarin, nilai permintaan yang diminta pelaku pasar lebih rendah dari lelang SBSN sebelumnya. Hal itu disebabkan masih terdapatnya sentimen negatif. "Namun begitu, permintaan akan lelang SBSN masih dapat melampaui target indikatifnya, Adapun jumlah SBSN yang dilelang masih sama dengan sebelumnya," kata dia dalam risetnya.

Dia menjelaskan, lelang SBSN yang terserap lebih banyak pada tenor jangka pendek yang terlihat dari besaran bid to cover-nya. Dalam lelang kali ini, total permintaan yang masuk mencapai Rp 4,67 triliun, lebih rendah dibandingkan lelang SBSN periode Selasa (8/9) yang mencapai Rp 4,85 triliun.Pada lelang kali ini, lelang berhasil diserap Rp 2,19 triliun atau lebih tinggi tipis dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 2 triliun.

Pemerintah memenangkan semua seri SBSN. Adapun seri yang dimenangkan antara lain seri SPN-S09032016 dengan permintaan yang masuk dari investor Rp 1,15 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk sebesar 6,88% dan Imbal hasil tertinggi 8,00%. Seri ini diserap Rp 445 miliar dengan Imbal hasil rata-rata tertimbang 8,94% dan tingkat imbalan diskonto. Kemudian, seri PBS006 mengalami permintaan Rp 810 miliar dengan Imbal hasil terendah 8,91% dan Imbal hasil tertinggi yang masuk 9,50% serta diserap Rp 580 miliar. Seri PBS008 mengalami permintaan Rp 926 miliar dengan Imbal hasil terendah 7,50% dan Imbal hasil tertinggi yang masuk 8,56% serta diserap Rp 425 miliar. Terakhir, seri PBS009 dengan permintaan yang masuk dari investor Rp 1,78 triliun dan diserap Rp 735 miliar dengan Imbal hasil rata-rata tertimbang 8,45% dan tingkat imbal hasil 7,75%.

Pasca pelaku pasar dihadapkan pada wait and see jelang rapat RDG-BI dan FOMC meeting, di pekan kemarin setelah pelaku pasar mendapat kepastian akan ditundanya kenaikan suku bunga Fed rate ternyata tidak banyak membantu laju pasar obligasi dapat menguat seiring masih maraknya aksi jual yang terjadi. Masih adanya sentimen negatif dari laju Rupiah yang tetap nyaman di zona merahnya memberikan hambatan bagi laju pasar obligasi dapat berbalik menguat. Dengan demikian, sama halnya seperti pekan kemarin dimana pelemahan nilai tukar Rupiah masih akan menjadi perhatian dan disertai dengan data-data makroekonomi yang akan muncul, terutama di akhir pekan yang merupakan awal bulan. Kemungkinan laju harga obligasi akan bergerak dengan rentang di kisaran ±25 hingga 75 bps. Untuk itu, tetap cermati perubahan dan antisipasi sentimen yang ada. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS