Talk Show Pasar Modal Syariah di Investor Summit

Tersedianya ragam produk investasi di pasar modal Indonesia belum dapat menjamin ketertarikan investor untuk menjadikan pasar modal sebagai tujuan utama dalam berinvestasi. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang investasi di pasar modal yang dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Irmawati Amran, mengatakan, salah satu upaya sosialisasi tentang pasar modal yang dilakukan oleh BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) adalah dengan kembali menyelenggarakan Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME). ISCME merupakan acara tahunan yang melibatkan seluruh pelaku di industri pasar modal dengan menyelenggarakan public expose dari puluhan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia yang akan secara langsung menjabarkan update terbaru kinerja dan rencana kerja mereka, talk show dengan sosok-sosok inspiratif, pameran produk-produk pasar modal, dan peluncuran program-program strategis industri pasar modal.

ISCME 2015 akan dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad dan turut dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, yang memberikan kata sambutan. ISCME 2015 akan menghadirkan tokoh-tokoh yang akan menjadi pembicara dalam talk show, di antaranya Ekonom Syariah Adiwarman A. Karim yang akan menyampaikan talk show “Mari Mengenal Pasar Modal Syariah”. Direktur Utama PT Media Nusantara Citra Tbk Hary Tanoesudibjo serta selebriti Giring Nidji dan Andien akan memberikan testimoni sebagai investor pasar modal dalam tajuk Success Story,

Konsep acara ISCME 2015 kali ini dibuat lebih menarik, dengan hari pelaksanaan lebih panjang, yakni pada 9 sampai 13 November 2015 di Gedung BEI dan menghadirkan 80 emiten yang akan melakukan presentasi kepada publik (public expose). Mengusung tema yang sekaligus akan diluncurkan secara seremonial, “Yuk Nabung Saham”, tujuan BEI tidak semata fokus pada penambahan jumlah investor baru dan jumlah investor aktif, namun juga berupaya untuk menanamkan kebutuhan berinvestasi di pasar modal. “Yuk Nabung Saham” adalah suatu konsep kampanye pasar modal berkala nasional yang bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

Selain itu ”Yuk Nabung Saham” merupakan ajakan kepada masyarakat, baik yang sudah menjadi investor maupun yang masih calon investor, untuk berinvestasi secara rutin dan berkala di pasar modal. Diharapkan investasi di pasar modal dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BEI menggandeng perusahaan tercatat, perusahaan sekuritas, manajer investasi, dan seluruh galeri investasi BEI di seluruh Indonesia untuk menjadi partner dalam berbagai kegiatan edukasi dan pemasaran yang berkaitan dengan kampanye ini.

Sementara pada penutupan perdagangan hari ini,  Bursa saham syariah naik cukup signifikan yang ditandai dengan diakhirinya aksi jual-beli Investor asing yang telah berlangsung selama lima hari. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menguat 2,22 poin (1,54%) ke level 145,73.
Sedangkan indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik 11 poin (1,83%) ke level 610,47. Transaksi perdagangan mencapai Rp 3,3 triliun, sebanyak 118 emiten syariah ditutup menguat. Sebanyak 26 diantaranya merupakan emiten-emiten unggulan syariah.

Berikut data perdagangan saham syariah hingga penutupan 4 November berdasarkan data Bursa Efek Indonesia:

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS