Saham Dua Duta Utama Masuk Efek Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu tentang penetapan saham  PT Dua Putra Utama Makmur Tbk sebagai Efek Syariah.

"Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner OJK tersebut, maka Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait," jelas Deputi Komisioner Pasar Modal II OJK M Noor Rachman.

Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan oleh  PT Dua Putra Utama Makmur Tbk. Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya, berupa data tertulis  yang diperoleh  dari Emiten, maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Secara periodik, OJK akan melakukan review atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik. Review atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria Efek Syariah, atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, fakta dari Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.

Perseroan melepas sebanyak 1,67 miliar saham atau setara 40,12% kepada publik. Harga IPO sebesar Rp 550 per saham. Proses IPO saham Dua Putra sudah masuk register 3 di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan target listing pada 8 Desember 2015. Direktur Utama Dua Putra Utama Makmur Witiarso Utomo sebelumnya mengajak masyarakat untuk bisa menanamkan modalnya pada perusahaan melalui lantai bursa.

Dua Putra siap memajukan sektor perikanan Indonesia ke dunia internasional, menyusul kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang ingin memajukan sektor maritim Indonesia.Kebijakan yang diambil pemerintah saat ini mulai dirasakan oleh para pelaku industri perikanan di Indonesia, terutama mengenai illegal fishing yang selama ini menghambat pertumbuhan ekspor ikan Indonesia.

“Kabijakan Menteri Susi dalam memerangi illegal fishing sangat berpengaruh terhadap produksi di industri perikanan Indonesia. Kami merasakan kebijakan ini sangat berpihak kepada industri. Kita bisa meningkatkan kapasitas produksi, sehingga bisa bersaing dengan negara tetangga di kawasan Asean,” kata dia. Lonjakan produksi perikanan di dalam negeri juga bakal meningkatkan keuntungan para pelaku industri sektor maritim, termasuk Dua Putra.

Sebagai perusahaan perikanan lokal yang bekerjasama dengan para nelayan, pihaknya tidak ingin keuntungan yang didapatkan hanya dinikmati oleh perusahaan semata, melainkan harus bisa dinikmati oleh masyarakat. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS