Saham Kino Indonesia Masuk Efek Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu tentang penetapan saham PT Kino Indonesia Tbk sebagai Efek Syariah. Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner OJK tersebut, maka Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait.

Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan oleh PT Kino Indonesia Tbk. Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya, berupa data tertulis  yang diperoleh dari Emiten, maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Secara periodik, OJK akan melakukan review atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik. Review atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria Efek Syariah, atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, fakta dari Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.

PT Kino Indonesia akan menggelar penawaran umum saham perdana atau initial publik offering (IPO). Perusahaan bergerak di bidang consumer goods ini, melepas saham sebanyak-banyaknya 228,57 juta saham atau 16% dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh.Perseroan menawarkan harga pada kisaran Rp 3.750 per lembar saham hingga Rp5.225 per lembar saham.

Presiden Direktur Kino Indonesia, Harry Sanusi mengatakan, sebanyak 27% dari dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan sejenis atau perusahaan yan bergerak di bidang consumer goods. Sedangkan 50% akan digunakan untuk belanja modal dan sisanya 23% untuk modal kerja.

Harry melanjutkan, langkah korporasi tersebut diperlukan menimbang pertumbuhan ekonomi yang kemudian berdampak pada bisnis Kino Indonesia. "Dengan prospek bisnis konsumen yang sangat baik, jumlah penduduk yang besar di Indonesia serta tumbuhnya tingkat pendapatan per kapita dan meningkatnya jumlah kelas menengah, kami yakin IPO KINO dapat menjadi pilihan investasi yang tepat bagi para investor," katanya, saat paparan publik, beberapa waktu lalu.

Kino sendiri membukukan penjualan Rp 1,75 triliun hingga Juni 2015. Penjualan tersebut tumbuh 10% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,59 triliun.Sementara laba bersih perseroan melesat dari Rp 45,25 miliar di Juni 2014 menjadi Rp 165,44 miliar di Juni 2015. Aset Kino per Juni mencapai Rp 2,21 trliun.

"Secara fundamental dan prospek bisnis, Kino optimistis dapat terus meningkatkan pertumbuhan kinerja secara positif. Hal ini pula yang memberikan keyakinan kepada kami untuk tetap melaksanakan IPO meskipun situasi pasar modal saat ini sangat dinamis," tandas dia.

Dalam IPO ini, Kino menggandeng penjamin pelaksana emisi efek PT Indo Premier Securities, PT Credit Suisse Securities Indonesia, dan PT Deutsche Securities Indonesia. (her)





BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS