Peningkatan Saham DES, Pengaruhi Pasar Modal Syariah

Daftar Efek Syariah (illustrasi)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan perkembangan pasar modal syariah sepanjang kuartal IV 2014. Di mana berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (KDKOJK) tentang Daftar Efek Syariah (DES) pada November 2014, terdapat 334 Saham yang masuk dalam DES. Sejak penerbitan keputusan tersebut, terdapat tambahan 2 Saham Syariah di bulan Desember 2014, sehingga total Saham Syariah adalah 336 saham atau meningkat sebanyak 3,07% dibandingkan triwulan sebelumnya. Saham yang masuk DES memiliki pangsa pasar sebesar 56,36% dari total Emiten yaitu sebanyak 561.

Menurut Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, mayoritas Saham Syariah bergerak dalam sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi (26,19%), sektor Properti, Real Estate & Konstruksi (16,7%), sektor Industri Dasar dan Kimia (13,39%), dan sektor-sektor lainnya masing-masing di bawah 10%.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) meningkat 1,13% ke level 168,64 dibandingkan triwulan III- 2014 namun nilai kapitalisasi pasar sahamnya menurun 0,27% dibandingkan triwulan III-2014 menjadi sebesar Rp. 2.946,9 triliun atau sekitar 56,37% dari total kapitalisasi pasar saham.

Jakarta Islamic Index (JII) juga mengalami peningkatan sebesar 0,50% ke level 691,04. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar saham JII juga menurun 3,07% dibandingkan triwulan III-2014 menjadi sebesar Rp. 1.944,5 triliun atau sekitar 37,19% dari total kapitalisasi pasar saham.

Dalam periode ini terdapat penambahan sebanyak 3 Sukuk Korporasi efektif terbit dengan total nilai penerbitan sebesar Rp. 190 miliar. Selama periode laporan terdapat 4 Sukuk Korporasi yang jatuh tempo sehingga jumlah outstanding Sukuk korporasi menjadi 35 dengan nilai sebesar Rp. 7,11 triliun. Jumlah Sukuk korporasi yang masih outstanding mencapai 9,14% dari total jumlah 383 Surat Utang (Obligasi korporasi dan Sukuk korporasi). Apabila dilihat dari nilai nominal, proporsi sukuk korporasi outstanding mencapai 3,18% dari total nilai Obligasi korporasi dan Sukuk korporasi outstanding.

Berdasarkan Sukuk korporasi yang outstanding, terdapat 22 sukuk korporasi (63%) yang menggunakan akad ijarah dengan total nilai mencapai Rp. 3,86 triliun (54%) dan 13 sukuk korporasi (37%) menggunakan akad mudharabah dengan total nilai Rp. 3,25 triliun (46%).

Selama triwulan IV-2014 terdapat 8 Reksa Dana Syariah efektif terbit yaitu Pratama Syariah, Pratama Syariah Imbang, Bahana Likuid Syariah, Bahana Equity Syariah, Pacific Saham Syariah, Mandiri Kapital Syariah, Mega Dana Kas Syariah dan Maybank GMT Syariah Money Market Fund.

Sampai akhir periode laporan. total Reksa Dana Syariah sebanyak 74 dengan NAB sebesar Rp. 11,16 triliun atau meningkat 12,12% dan 15,15% dibanding triwulan sebelumnya. Proporsi jumlah dan NAB Reksa Dana Syariah terhadap total industri Reksa Dana mencapai 8,31% dari 894 Reksa Dana dan 4,65% dari total NAB Reksa Dana Rp. 241,46 triliun.

Selama periode laporan, terdapat 21 Penjamin Emisi Efek yang terlibat dalam penawaran umum Efek Syariah, 31 Manajer Investasi yang memberikan layanan jasa pada penerbitan Reksa Dana Syariah, 8 penyelenggara online trading syariah, 13 Bank Kustodian yang memberikan layanan jasa syariah dan 1 Administrator Rekening Nasabah Syariah. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS