Standard Chartered Fasilitasi Investasi Reksadana berbasis Syariah

1. di tengah, berjilbab, dan berbusana batik : Ibu Fadilah Kartikasari selaku perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan; 2. di tengah, berbusana batik, di sebelah kiri Ibu Fadilah: Bapak H. Kanny Hidaya, S.E., M.A., selaku perwakilan dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia 3. keenam dari kiri : Bapak Shikkoh Malik selaku Executive Director & Head of Islamic Transaction Banking Standard Chartered Bank, Dubai 4. ketiga dari kiri : Bapak Alvin Lee, selaku Executive Director MSCI 5. kedua dari kiri : Bapak Budi Hikmat, selaku Chief Economist & Director PT Bahana TCW Investment Management 6. paling kiri : Ibu Margaret Harwood-Jones selaku Global Head of Investors & Intermediaries Standard Chartered Bank 6. ketiga dari kanan : Ibu Lilis Setiadi selaku CEO PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen 7. paling kanan : Country Head of Transaction Banking of Standard Chartered Bank Indonesia Michael Sugirin

Pada November 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan kelonggaran kebijakan terkait investasi luar negeri melalui yang dikelola oleh Indonesian Fund Managers untuk peningkatan portfolio hingga 100%, namun terbatas pada pengelolaan reksadana berbasis Syariah.

Kebijakan baru ini membuka kesempatan baru bagi para fund manager untuk mengembangkan portfolio investasi mereka. Mereka sangat berantusias dalam mencari cara dan/atau mitra untuk memanfaatkan peluang baik ini dalam meningkatkan jumlah aset yang dikelola.

Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Bank Kustodi Global menerima banyak permintaan informasi dari Fund Managers di Indonesia terkait bagaimana Standard Chartered dapat memberi solusi bagi para fund managers dalam berinvestasi dengan instrumen investasi luar negeri berbasis Syariah.

Menanggapi permintaan tersebut, maka pada hari ini Standard Chartered menggelar diskusi panel bertajuk “Investasi Reksadana Indonesia di Saham Luar Negeri berbasis Syariah” sebagai upaya untuk meyakinkan para fund managers dalam memanfaatkan kebijakan baru ini melalui kerjasama bersama Standard Chartered Bank.

Laporan terakhir menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 1.000 buah produk reksadana berbasis syariah bervolume hingga lebih dari USD60 miliar dengan nasabah yang tersebar di wilayah Kerajaan Arab Saudi, Malaysia, Luxembourg, serta di Asia, Eropa, dan Afrika.

Saat ini, Standard Chartered beroperasi di negara-negara dimana lebih dari dua-pertiga pasar reksadana berbasis Syariah berada.

Global Head of Investors & Intermediaries Standard Chartered Bank Margaret Harwood-Jones mengatakan Standard Chartered adalah penyedia layanan kustodi bertaraf internasional, yang melayani berbagai pasar terdepan di wilayah Afrika, Asia dan Timur Tengah. Melalui keunggulan jaringan sub-kustodi dan keberadaan di tiga benua tersebut. "Standard Chartered terus melakukan investasi dan mengembangkan jaringan. Kami menyediakan akses cepat dan nyaman ke beragam pasar sekuritas global,” kata dia.

Sementara itu, Country Head of Transaction Banking of Standard Chartered Bank Indonesia Michael Sugirin menegaskan, Standard Chartered sangat bangga atas kemampuan dalam terus berinovasi guna menjadi yang terdepan dalam menyediakan layanan dan produk terbaik bagi para klien Fund Managers. "Melalui kemitraan dengan Standard Chartered Bank di Indonesia, Fund Managers bisa mendapatkan akses layanan kustodi serta kliring ke berbagai pasar sekuritas di luar negeri hanya melalui satu akses dan layanan antarmuka," jelas dia. (her)


BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS