Peringkat “idAA- (sy)” untuk Sukuk Mudharabah II/2012 MYOR

PEFINDO menegaskan peringkat “idAA- (sy)” untuk Sukuk Mudharabah II/2012, serta “idAA-” untuk PT Mayora Indah Tbk (MYOR atau Perusahaan) dan Obligasi IV/2012. PEFINDO juga menetapkan peringkat “idAA-” untuk Obligasi Berkelanjutan I/2017 yang akan diterbitkan Perusahaan dengan nilai maksimum sebesar Rp2 triliun yang akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang bank Perusahaan. Prospek untuk peringkat Perusahaan adalah "stabil".

"Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang relatif dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya,"terang Christyanto Wijaya dan Martin Pandiangan dalam risetnya.

Tanda Kurang (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar domestik Perusahaan yang kuat di industri makanan dalam kemasan, produk yang terdiversifikasi dan kontribusi yang tinggi dari pasar luar negeri, serta profil keuangan yang kuat. Tetapi peringkat tersebut dibatasi oleh risiko fluktuasi biaya bahan baku dan kompetisi yang ketat di industri makanan dan minuman. 

Peringkat  tersebut  dapat  dinaikkan  jika  Perusahaan  mempertahankan  profil  keuangan  yang  konservatif  dan  marjin  profitabilitas Perusahaan serta memperkuat posisi pasar Perusahaan baik di pasar domestik maupun internasional, ditengah kompetisi yang ketat.

Namun, peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan secara agresif membiayai ekspansi dengan utang yang jauh lebih besar dari proyeksi tanpa dikompensasi oleh kinerja Perusahaan yang lebih kuat.

MYOR adalah salah satu produsen makanan dalam kemasan dan makanan ringan yang terkenal di Indonesia. Perusahaan memiliki berbagai macam jenis produk makanan yang terbagi menjadi enam kategori: Biskuit, Permen, Wafer, Kopi, Cokelat, dan Sereal Instan.

Merek utama Perusahaan meliputi Roma, Royal Choice, dan Danisa untuk biskuit; Kopiko dan Kis untuk permen; Torabika dan Kopiko untuk  kopi;  Astor  dan  Beng-Beng  untuk  wafer;  Choki-Choki  untuk cokelat;  dan  Energen  untuk  sereal  instan.  Fasilitas  produksi Perusahaan terletak di Banten dan Jawa Barat. Per tanggal 30 September 2016, pemegang saham Perusahaan adalah PT Unita Branindo (32,9%) dan lainnya (67,1%). (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS