Pemerintah Siap Terbitkan Sukuk Global Kembali

2015,www.sloetan.com

Pada tahun anggaran 2015 ini, Pemerintah akan menerbitkan global sukuk. Realisasi penerbitannya tentu disesuaikan dengan momentum yang tepat, khususnya mempertimbangkan kondisi pasar keuangan internasional.

Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Suminto, mengatakan,sesuai dengan strategi pembiayaan APBN dan program pengelolaan SBSN, penerbitan SBSN di pasar internasional (global sukuk) direncanakan dilakukan secara reguler setiap tahun. "Kemungkinan pada kuartal II ini," jelas dia kepada wartawan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN, penerbitan global sukuk juga ditujukan untuk perluasan basis investor, bagian dari natural hedging atas kewajiban valas pemerintah, dan juga untuk benchmarking penerbitan sukuk korporasi Indonesia di pasar keuangan internasional.

Indonesia menerbitkan global sukuk secara rutin di pasar internasional sejak tahun 2009 dan mendapatkan penerimaan yang sangat baik. Sebagai illustrasi, pada penerbitan sukuk global tahun 2014 yang lalu, dengan target penerbitan USD1,5 miliar, penawaran yang masuk mencapai USD10,2 miliar (oversubscribed lebih dari 6 kali).

Basis investornya juga sangat luas dan beragam, ditunjukkan oleh statistik berikut. Dari penerbitan sebesar USD1,5 miliar itu, distribusi investor berdasarkan kawasan adalah Timur Tengah dan Islam 35%, US 20%, Eropa 15%, Asia tidak termasuk Indonesia 20% dan Indonesia 10%. Sedangkan dari jenis investor terdiri dari funds 57%, bank 28%, bank sentral dan sovereign wealth funds 13%, dan jenis investor lain 2%.

Sebagaimana dimaklumi, pada awalnya Sukuk Negara diterbitkan oleh negara-negara muslim. Di antara penerbit Sukuk Negara paling awal adalah Malaysia (1996), Bahrain (2001), Qatar (2003), Uni Emirate Arab (2004), Brunei Darussalam (2006), Indonesia (2008), Singapura (2009). Berbagai negara muslim lainnya selanjutnya menyusul.

Namun saat ini, penerbit Sukuk Negara tidak terbatas pada negara-negara muslim, namun juga negara-negara non-muslim. Pada tahun lalu misalnya, Pemerintah Inggris, Hongkong, Luksemburg, dan Afrika Selatan juga menerbitkan Sukuk Negara.

Berdasarkan statistik, Malaysia adalah penerbit Sukuk Negara terbesar di dunia. Indonesia sendiri berada diperingkat kedua setelah Malaysia, namun secara nominal penerbitannya memang perbedaannya sangat signifikan. Hal ini wajar terjadi karena Malaysia sudah mulai menerbitkan Sukuk Negara pada tahun 1996, sementara Indonesia baru mulai tahun 2008.

Belajar dari pengalaman Malaysia, diantara kunci terpenting pengembangan Sukuk Negara adalah adanya strategi pengembangan sistem keuangan syariah yang komprehensif, komitmen penuh Pemerintah dalam mengembangkan keuangan syariah, infrastruktur yang memadai, pengembangan struktur sukuk yang inovatif, pengembangan perangkat aspek syariah yang mengakomodir kebutuhan pasar modal syariah, dan juga edukasi yang efektif terkait keuangan syariah. "Saya kira, kunci-kunci keberhasilan itu juga sudah kita miliki, sehingga kita boleh optimis bahwa SBSN akan terus berkembang, dan Indonesia dapat menjadi the leading sovereign sukuk issuer in the world," jelas dia. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS