Pefindo Revisi Prospek Peringkat Bank Muamalat


Pefindo merevisi prospek peringkat PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BBMI) menjadi "negatif" dari "stabil". Sementara itu, peringkat BBMI dan sukuk subordinasi berkelanjutan I tahap I/2012 dan tahap II/2013 ditegaskan pada "idA+" dan idA".

Prospek negatif diberikan untuk mengantisipasi kemungkinan pelemahan lebih lanjut dari profil kualitas aset bank. Disebabkan tren pembiayaan dalam perhatian khusus (special mention loan/SML) yang meningkat menjadi 22,7% di semester I 2015 (IH2015) dari 15,5% di 2014. "Hal itu menempatkan tekanan lebih lanjut pada kualitas aset secara keseluruhan. Meskipun rasio pembiayaan bermasalah (NPF) membaik menjadi 4,9% dari 6,5% pada periode yang sama," jelas analis Pefindo Dyah Puspita Rini dalam risetnya.

Dia menambahkan strategi pembiayaan yang agresif dan kondisi ekonomi yang lebih sulit, menyebabkan kualitas aset BBMI memburuk. Selain itu, BBMI memiliki eksposur yang lebih tinggi pada sektor pertambangan yang kondisinya kurang baik pada saat ini.Tantangan lainnya adalah tekanan pada tingkat profitabilitas bank, yang juga dipengaruhi oleh pembentukan beban pencadangan lebih tinggi.

Dia mengakui kalau managemen BBMI telah menangani situasi ini dengan memperkuat kebijakan managemen risiko dan membentuk divisi pemulihan aset. Untuk fokus pada proses restrukturisasi dan pemulihan  pembiayaan bermasalah. "Pefindo tidak mengharapkan NPF BBMI akan membaik secara signifikan karena upaya bank akan dihadapkan pada kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan saat ini," kata dia.

Pefindo dapat merevisi prospek kembali menjadi "stabil" jika BBMI mampu memperbaiki profil risiko keunangan . Dengan memperbaiki indikator kualitas aset secara berkesinambungan. Didukung dengan peningkatan produk keuangan secara keseluruhan. Disisi lain, peringkat dapat diturunkan jika bank tidak dapat melakukan perbaikan yang berarti pada profil kualitas asetnya. Sehingga memperlemah posisis risiko keuangan BBMI.

Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham mayoritas dan posisi bisnis bank yang kuat dalam perbankan syariah. akan tetapi, epringkat tersebut dibatasi oleh profil kualitas aset yang lemah dan tingkat profitabilitas dibawah rata-rata.

Untuk diketahui, BBMI merupakan bank syariah terbesar kedua di Indonesia. Dengan sekitar 4 juta nasabah pendanaan dan pembiayaan. BBMI dimiliki oleh Islamic Development Bank atau IDB (32,7%, peringkat AAA/stabil dari S&P), Boubyan Bank, Kuwait (22%), Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia (17,9%), National Bank of Kuwait (8,5%, peringkat A+/stabil dari S&P) dan beberapa banda usaha dan individu lainnya. Boubyan Bank dimiliki oleh National Bank of Kuwait. (her)
 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS