Tabungan Simpel iB Diminati Pelajar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah rekening dalam rangka program Simpanan Pelajar (Simpel) baik yang konvensional dan syariah telah mencapai 117.911 rekening atau 117,9% persen dari target 2015 yaitu sebanyak 100.000 rekening sejak dilakukannya aktivasi program tabungan SimPel/SimPel iB pada 8 September 2015.

“Untuk tahun 2016,  kami mentargetkan angka tersebut akan terus meningkat, sejalan dengan dukungan dari kementerian terkait dan para Gubernur Kepala Daerah,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad saat sosialisasi program Simpel kepada sejumlah Gubernur Kepala Daerah di Kantor OJK, Rabu malam.
Program Tabungan Siswa SimPel /SimPeliB telah diluncurkan secara resmi pada 14 Juni 2015 oleh Presiden Republik Indonesia sebagai salah satu bentuk dukungan OJK  bersama industri perbankan dalam membangkitkan kembali kampanye "budaya menabung" bagi pelajar sejak dini.

OJK ingin agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat menjadikan kegiatan menabung bukan hanya sebagai kewajiban melainkan kebutuhan atau bahkan gaya hidup.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti mengatakan,budaya menabung penting dimulai sejak dini agar dapat mendidik anak untuk mampu mengendalikan diri dalam bersikap konsumtif serta belajar untuk dapat membelanjakan uang yang dimilikinya secara bijak.
“Kegiatan menabung dapat melatih anak dalam mengelola keuangan secara bertahap sehingga pada saatnya nanti mereka dapat tumbuh menjadi masyarakat yang terampil dalam hal pengelolaan keuangan dan pada akhirnya akan mencapai kesejahteraan keuangan (financial well-being),” katanya.

Kelompok siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA memiliki potensi yang sangat besar. Jumlah populasi kelompok ini mencapai sekitar 50 juta siswa atau lebih dari 20% dari jumlah penduduk Indonesia.Jumlah tersebut, sebanyak 78% adalah siswa sekolah-sekolah umum yang berada dibawah pembinaan Kementerian Pendidikan danK ebudayaan, sedangkan 22% merupakan siswa sekolah /Madrasah dan PondokPesantren dibawah pembinaan Kementerian Agama.

Berdasarkan hasil survey nasional 2013, tingkat inklusi keuangan kelompok siswa baru mencapai 44%, sehingga peluang untuk meningkatkannya masih sangat besar dan untuk menggarapnya dibutuhkan sebuah model produk keuangan dengan karakteristik dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan kelompok pelajar/siswa.

Selain itu, sebagai bentuk keseriusan regulator dalam menggaungkan kembali budaya menabung, OJK menginisiasi Gerakan Nasional Menabung (GNM) dengan menetapkan Hari Rabu pada pekan pertama setiap bulannya sebagai Hari Rajin Menabung dan Program Tabungan Siswa SimPel / SimPeliB merupakan salah satu instrumen keuangan dalam GNM itu.

Dalam mengimplementasikan program tersebut, peran Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaans erta Kementrian Agama sangat signifikan dalam rangka mempermudah akses SimPel / SimPel iB dengan kesatuan pendidikan. Program tabungan SimPel /SimPeliB ini juga dapat menjadi sarana penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebagaimana tercantum dalam RPJMN Tahun 2014-2019, mengingat Tabungan SimPel / SimPeliB memiliki karakteristik yang spesifik yaitu nama siswa yang tercatat sebagai pemilik rekening dan tercantum pada buku tabungan.

OJK memandang perlunya sinergi dan kolaborasi antara OJK dengan Kementrian terkaitdan para Gubernur Kepala Daerah sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan serta mempercepat akselerasi pencapaian target inklusi keuangan yang telah dicanangkan Pemerintah. Sejak dilakukannya aktivasi program tabungan SimPel/SimPel iB pada 8 September 2015, telah dilakukan sebanyak 2.588 kali edukasi Simpel/SimPel iB ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia, 1.064 diantaranya telah ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan pihak Sekolah/Madrasah/Pondok Pesantren. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS