BSM Targetkan Pertumbuhan Laba Bersih 10%

Bank Syariah Mandiri (BSM) menargetkan pertumbuhan laba bersih dikisaran 7%-10%. Sementara pembiayaan dapat tumbuh sekitar 10%-12%. Pada 2015 total aset BSM sebesar Rp70,3 triliun, naik 5,12% dibanding posisi Desember 2014 sebesar Rp66,94%. Sementara laba bersih menjadi Rp289,58 miliar dari Rp72 miliar di 2014.

Direktur Utama BSM Agus Sudiarto mengatakan, tahun ini perseroan masih akan fokus pada segmen ritel dan cash management yang produknya baru saja diluncurkan. BSM Cash Management System merupakan saluran distribusi elektronik yang ditujukan bagi nasabah perusahaan atau institusi untuk melakukan aktivitas transaksional dan pengelolaan keuangan terhadap rekeningnya dengan cepat, mudah dan aman.

"Kami juga akan mengandalkan produk-produk unggulan bank syariah di antaranya cicil emas, pembiayaan mikro, pensiunan dan lain-lainl," terang  dia dalam paparan kinerja BSM tahun 2015 di Jakarta.

Sepanjang 2015, Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan pembiayaan menjadi Rp51,09 triliun atau tumbuh 3,98% dari Rp48,1 triliun pada periode yang sama 2014. Meningkatnya pembiayaan berdampak pada naiknya pendapatan BSM menjadi Rp6,91 triliun, atau tumbuh 6,32% dibandingkan 2014.

Agus Sudiarto mengatakan, perseroan juga mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp62,11 triliun atau naik sebesar 3,83% dari Rp59,82 triliun pada 2014. "Pertumbuhan itu didorong oleh pertumbuhan Giro sebesar 12,12% menjadi Rp5,83 triliun dari Rp5,2 triliun dan Tabungan sebesar 10,19%, menjadi Rp24,99 triliun per Desember 2015 dari Rp22,68 triliun di akhir tahun 2014," kata Agus.

Dengan demikian, total komposisi dana murah naik dari 46,61% atau Rp27,8 triliun menjadi 49,63% atau Rp30,8 triliun. Saat ini perseroan menguasai pangsa pasar tabungan pada Desember 2015 sebesar 36,41% dari total dana tabungan di perbankan syariah, naik dibandingkan Desember 2014 yang sebesar 35,68%.

Adapun, peningkatan margin bagi hasil bersih sebesar 14,25% dari Rp3,07 triliun per posisi Desember 2014  menjadi Rp3,5 triliun pada Desember 2015. Sementara Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) turun 3,85% dari 98,48% menjadi 94,64% dengan finance to deposit ratio/FDR perbankan juga turun 0,14% menjadi 81,9% dari 82,13%.

"Kami juga berhasil menurunkan Non Performing Financing (NPF) nett sebesar 0,25% dari 4,29% di 2014 menjadi 4,05% pada 2015," papar dia. Sedangkan NPF gross turun sebesar 0,78% dari 6,8% menjadi 6,06%.

Kontributor NPF yang terbesar, berasal dari segmen bisnis banking serta dari segmen whosale. Oleh karena itu, tahun ini BSM akan mempertajam lagi segmen whosale dengan mengarah pada pembiayaan infrastruktur APBN, agar dapat menekan NPF.

Dari sisi permodalan, pada 2015, BSM mendapat tambahan Rp500 miliar dan melakukan revaluasi aset senilai Rp344 miliar. Sehingga total ekuitas BSM mencapai Rp5,61 triliun dan sudah masuk kategori Buku III. "Total CAR BSM pada 2015 dikisaran 13%," jelas Direktur Finance and Strategy BSM Agus Dwi Handaya. (her)


BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS