DSN Segera Selesaikan Fatwa Hedging

Illustrasi. Sumber: Hedging in Islamic Finance (2006) karya Sami Al-Suwailem

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) memastikan segera menyelesaikan pembahasan fatwa mengenail hedging.  Hedging atau lindung nilai merupakan mekanisme dalam bursa berjangka dengan membuka kontrak beli atau jual atas suatu komoditi yang diperdagangkan di pasar fisik. Tujuannya untuk memperkecil risiko ketidakpastian harga yang mungkin terjadi.

Ketua DSN MUI Ma'ruf Amin, menjelaskan, fatwa tentang Hedging itu diharapkan bisa selesai dalam waktu dekat ini. Pada saat ini, pihaknya tengah melakukan diskusi dengan berbagai pihak agar fatwa tersebut bisa mencakup banyak hal. “Terpenting tidak melanggar ajaran agama,” ucap dia dia dalam sebuah seminar yang berlangsung di Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta , Kamis (26/3).

Fatwa tersebut dianggap penting bagi perkembangan perbankan syariah. Terutama bagi yang melakukan perdagangan dengan mata uang asing. Bagi bank-bank yang sudah memiliki devisa, mereka harus menyalurkan kelebihan dana yang dimiliki. Bila tidak, hal ini akan berdampak pada bagi hasil yang buruk terhadap deposan. Treasury produk menjadi kegiatan interbank syariah untuk mengatasi efek yang kurang baik dari kelebihan pendanaan.

Jika fatwa tersebut dikeluarkan, akan menjadi yang ke 96. Dalam rangka mengembangkan ekonomi syariah, DSN MUI telah mengeluarkan 95 fatwa. Jumlah tersebut relatif jauh lebih banyak dibandingkan lembaga fatwa di negara lain. Hal itu sebagai salah satu bukti kalau DSN MUI sangat berkepentingan atas tumbuhnya ekonomi syariah di tanah air.   

Menanggapi itu, Presiden Direktur Maybank Syariah Indonesia Ibrahim Hassan, mengatakan, fatwa hedging akan berdampak positif bagi perkembangan bank syariah. Sebab akan mengamankan portofolio bank syariah dari fluktuasi di pasar. “Perkembangan bank syariah akan jauh lebih hebat,” ucap dia. Instrumen lindung nilai yang sering digunakan untuk mengantisipasi kerugian akibat volatilitas nilai tukar dalam perdagangan adalah forward, swap, option, yang disebut dengan instrument derivatif. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS