Butuh Strategi dan Inovasi untuk Tingkatkan Market Share

IFN ( Islamic Finance News) 2016 merupakan event ke 12 yang dilaksanakan di Indonesia sejak 2004. Dalam Asean Forum Investor Relation ini dihadiri oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan institusi perbankan asia dan lebih dari 300 delegasi dari berbagai negara Asia.

Hadir dalam acara tersebut, Plt Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono yang sekaligus menjadi pembicara menyampaikan perkembangan & prospek industri perbankan syariah di Indonesia.

“Peluang investasi perbankan di Indonesia saat ini cukup besar dengan jumlah mayoritas rata-rata muslim sebesar 85 %, sedangkan market share saat ini masih berkisar kurang dari 5%. Partisipasi dalam acara ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap rencana pemerintah dalam meningkatkan pangsa pasar syariah nasional termasuk di dalamnya mencari investor bagi bank syariah anak perusahaan BUMN, dibutuhkan strategi dan inovasi untuk terus meningkatkan market share perbankan syariah salah satunya dengan spesialisasi produk yang hanya dimiliki Bank Syariah diantaranya produk haji dan umrah,” papar Imam

Perkembangan Industri Perbankan Syariah 2015

Berdasarkan data world economic outloook IMF 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5.04 % lebih tinggi 1.04 % masih berada diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi negara Asean sebesar 4.8-4.9 %. Dari sisi paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah di tahun 2015 dapat mengontrol tingkat inflasi pada posisi 7.5 % sesuai dengan suku bunga yang dikeluarkan Bank Indonesia sejak Mei 2015.

Dari sisi pertumbuhan perbankan syariah, dalam lima tahun terakhir memiliki performa lebih baik dibandingkan dengan bank konvensional, tetapi sejak adanya krisis makro ekonomi juga berimbas pada performa beberapa perbankan syariah.

Sebagai salah satu negara di Asia yang mayoritasnya penduduk muslim tentu menjadi peluang besar untuk menarik para investor berinvestasi perbankan syariah di Indonesia. Dari kinerja 2015 asset perbankan syariah di Indonesia mencapai US$ 23 Miliar dengan pertumbuhan 8.8 % (YoY).

Berdasarkan data statistik OJK Desember 2015, total aset industri sebesar Rp 296.26 Triliun dengan rata-rata pertumbuhan asset sebesar 8.78% atau Rp 23.92 Triliun, dari sisi DPK industri perbankan syariah sebesar Rp 231.17 trilun dengan pertumbuhan DPK industri sebesar 6.11 % atau Rp 13.32 triliun, dan dari sisi pembiayaan pada tahun 2015 industri menyalurkan Rp 212.99 triliun dengan pertumbuhan sebesar 6.86 % atau Rp 13.67 triliun dengan NPF sebesar Rp 4.34 %. Sepanjang 2015, industri mencetak laba sebesar Rp1.79 triliun dengan pertumbuhan sebesar 3.06 % atau Rp 53 miliar. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS