UUS Bank BTN Ekspansi ke Banda Aceh

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menambah lagi kantor cabang berbasis iB di Banda Aceh. Kantor Cabang Bank BTN Syariah ini merupakan kantor cabang syariah yang ke 23. Saat ini bisnis syariah di Bank BTN masih sebagai Unit Usaha Syariah (UUS).

Pertumbuhan bisnis UUS Bank BTN sangat menggembirakan di tengah persaingan bisnis perbankan berbasis iB secara nasional. Kami masih terus akan mengembangkan bisnis UUS ini sampai pada akhirnya tiba saatnya untuk melakukan spin off. Pembukaan UUS di kota Banda Aceh adalah strategi bisnis yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan UUS Bank BTN. Demikian Maryono Direktur Utama Bank BTN menjelaskan usai meresmikan kantor layanan BTN Syariah di Banda Aceh.

Maryono menambahkan prospek bisnis perbankan syariah Kota Banda Aceh khususnya & Provinsi Aceh sangatlah besar. Jika dibanding daerah lain secara nasional Banda Aceh mempunyai potensi lebih besar. Berdasarkan data per Desember 2015, pangsa pasar aset perbankan syariah terhadap total aset perbankan secara umum di Aceh adalah relatif lebih besar, yaitu 12,88%. "Sementara pangsa pasar syariah terhadap perbankan Nasional tercatat hanya 4,86%, tegasnya.

Ini menunjukkan masyarakat di propinsi Aceh telah merespon dengan baik bisnis perbankan berbasis iB. Ditambah dengan kebijakan dari OJK dan dukungan dari pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan bisnis perbankan syariah, jelas akan memberikan nilai tambah terhadap bisnis syariah di wilayah ini. Kami optimis pembukaan kantor cabang  BTN Syariah di wilayah ini selain akan memberikan kontribusi dalam ikut serta menumbuhkan ekonomi di wilayah ini, juga akan meningkatkan bisnis syariah Bank BTN.

Optimisme itu diperkuat dengan potret bisnis Bank BTN Konvensional yang telah ada sebelumnya di wilayah propinsi Aceh. Dalam 2 tahun terakhir aset BTN Banda Aceh Konvensional telah tumbuh 78%.Sementara  kredit tumbuh sebesar 80%. 

"BTN Syariah Banda Aceh pada akhirnya juga kami harapkan akan dapat memberikan kontribusi terhadap program sejuta rumah yang digalakkan oleh Pemerintah. Walaupun potensi kredit cukup tinggi yang diberikan oleh BTN konvensional di wilayah ini, namun kami yakin masih berpeluang tumbuh lebih tinggi dengan kontribusi dari layanan pembiayaa  berbasis iB," papar dia.
 
UUS Bank BTN secara nasional telah memberikan kontribusi yang cukup tinggi dalam penyaluran pembiayaan BTN berbasis iB. Dalam 3 tahun terakhir pembiayaan  yang diberikan oleh UUS Bank BTN telah tumbuh sebesar 37,80%.  Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan KPR secara nasional  yang hanya tumbuh 16,88%.

BTN sebagai induk akan memperkuat permodalan UUS melalui penyertaan modal yang direncanakan dalam 1-2 tahun ke depan jumlah penyertaan ini akan meningkat 2 kali lipat. Penambahan modal bisa dilakukan dengan mengalokasikan sebagian keuntungan UUS dan atau melalui penambahan modal dari strategis investor/parner baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kami tetap mempunyai rencana untuk melakukan spin off UUS sejalan dengan roadmap Kementrian BUMN tentang pembentukan dan status usaha bank syariah. Termasuk dalam hal ini peraturan OJK tentang kewajiban melakukan spin off. Tahun 2018 atau paling cepat semester II tahun 2017 kami berharap sudah dapat melakukannya," jelas Maryono.

Berdasarkan laporan keuangan triwulan I 2016 Aset UUS Bank BTN tercatat sebesar Rp14,7 Triliun atau tumbuh 29,5% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,4 triliun. Dana Pihak Ketiga sebesar Rp12 Triliun atau tumbuh 34,4% dari tahun sebelumnya yang  sebesar Rp8,9 triliun. Sementara pembiayaan UUS Bank BTN tumbuh 20,4% dari Rp9,6 triliun menjadi sebesar Rp11,6 triliun. Kinerja UUS BTN yang bagus ini telah mendapat beberapa penghargaan sebagai UUS terbaik dari sisi kinerja maupun service layanan dari Karim Consulting, MRI, Majalah Infobank dan Majalah Investor. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS