Pefindo Turunkan Peringkat Bank Muamalat

Pefindo menurunkan peringkat PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BBMI) menjadi "idA+" dari "idAA-". Peringkat sukuk subordinasi berkelanjutan I Tahap I/2012 dan Tahap II/2013 yang belum jatuh tempo juga diturunkan menjadi "idA(sy)" dari "idA+(sy)".

Menurut analis Pefindo Dyah Puspita Rini & Danan Dito, penurunan peringkat disebabkan oleh melemahnya profil kualitas aset dan profitabilitas bank. Penyajian kembali laporan keuangan bank 2013 menghasilkan penghitungan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) dan beban pencadangan yang lebih tinggi.

Selain itu, kondisi makro ekonomi yang kurang menguntungkan telah mengakibatkan penurunan kualitas kredit debitur perusahaan, terutama di segmen korporasi. Prospek "stabil" ditetapkan atas peringkat bank. Peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dari pemegang saham mayoritas dan posisi bisnis bank yang kuat dalam perbankan syariah. "Akan tetapi, peringkat tersebut dibatasi oleh profil kualitas aset yang lemah dan tingkat profitabilitas di bawah rata-rata," kata mereka dalam keterangan tertulisnya.

BBMI merupakan bank syariah terbesar kedua di Indonesia. Perusahaan memiliki sekitar 4 juta nasabah pendanaan dan pembiayaan. Aktivitas bisnis bank didukung oleh 84 kantor cabang, 272 kantor cabang pembantu, 101 kantor kas dan 103 mobile branch.

BBMI dimikili oleh Islamic Development Bank atau IDB (32,7%, peringkat AAA/stabil dari S&P), Boubyan Bank Kuwait (22%), Atwill Holdings Limited Saudi Arabia (17,9%), National Bank of Kuwait (8,5%, peringkat A+/stabil dari S&P) dan beberapa badan usaha dan individu lainnya. Boubyan Bank dimiliki oleh National Bank of Kuwait. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS