Pertumbuhan Bank Syariah Jangan Diukur dari Aset


Pertumbuhan bank syariah yang selama ini masih diukur dari market share aset dinilai tidak tepat.Sebab, perbankan syariah di Indonesia cenderung membidik sektor ritel. Sehingga lebih tepat jika berdasarkan jumlah nasabah dan kantor cabang yang dilayani.Pada saat ini, jumlah nasabah bank syariah di Indonesia mencapai 38 juta orang.

Praktisi ekonomi syariah, Adiwarman Karim, mengatakan, bank syariah di Indonesia merupakan ritel banking sehingga tidak tepat jika pertumbuhannya diukur menggunakan aset. "Tidak cocok jika bank syariah Indonesia diukur dari market share aset," ucap dia kepada wartawan saat workshop dengan wartawan di Jakarta.

Pertumbuhan aset lebih cocok jika usaha bank syariah lebih condong ke investment seperti di Arab Saudi, UEA dan Qatar. Di negara - negara tersebut, tidak ada yang dibiayai bank karena masyoritas masyarakatnya berpenghasilan tinggi. Akibatnya dana nasabah diinvestasikan di bursa komoditi. Sementara di Malaysia, diterapkan Islamic Coorporate Banking. Mayoritas dana perbankan syariahnya berasal dari pemerintah, sehingga cost of fund lebih murah.

Dia menjelaskan, sektor ritel sangat cocok dengan bank syariah nasional karena tidak mempersoalkan tingginya cost of fund yang dikenakan bank syariah. Di segmen ini, biasanya masih menerima pembiayaan dengan bunga dikisaran 3% / bulan. Tingginya cost of fund tersebut disebabkan belum ada bank syariah nasional yang menjadi transaksional banking.Sehingga lebih mengandalkan dana mahal dalam menjalankan bisnisnya.

Pada 2014 lalu, bank syariah yang lebih berorientasi pada sektor ritel menunjukan kinerja yang menggembirakan.Sebagai contoh Bank Panin Syariah mencatat kinerja fantastis di sepanjang 2014 lalu. Itu bisa terlihat dari perolehan laba sebesar Rp96,93 miliar atau melonjak 272,95% dibanding periode yang sama 2013 sebesar Rp25,99 miliar.

Berdasarkan survey KARIM Consulting Indonesia terkait persepsi masyarakat terhadap bank syariah. Terlihat bahwa anggapan bank syariah adalah bank orang Islam dan bank untuk umroh/ haji sebesar 6,9%. Sementara yang beranggapan bank syariah aman dan baik hanya 2,8%. Persepsi masyarakat terhadap keuntungan atau kelebihan bank syariah juga lebih dominan kepada sisi syariahnya, sementara sisi aman dan baik hanya 4,8%. Pada persepsi tentang kelemahan bank syariah harus dicarikan solusi agar bank syariah lebih dikenal dan diterima masyarakat. (her)

 

 

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS