Kuartal I/2015 Kredit SMEC Bank Danamon Rp38,22 Triliun

Pertumbuhan kredit sektor UKM, komersial dan syariah (SMEC) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BMDN) memberikan kontribusi sekitar 28% terhadap total kredit yang disalurkan perseroan secara keseluruhan yakni sebesar Rp135,69 triliun di kuartal I/2015.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, sektor SMEC mengalami pertumbuhan tertinggi disepanjang kuartal I/2015 yakni sebesar 12%. Kemudian diikuti oleh sektor retail sebesar10%. Pada kuartal I/2014 kredit sektor SMEC hanya sebesar Rp34,03 triliun namun pada kuartal I/2015 tumbuh menjadi Rp38,22 triliun atau naik 12%.

Sementara secara keseluruhan, Kredit usaha mikro Danamon melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) berada pada Rp18,2 triliun pada akhir Maret 2015. Sementara itu, jumlah kredit untuk segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai Rp21 triliun, dimana pangsa pasar Danamon dalam sektor UKM meningkat dari 6,1% pada Maret 2014 menjadi 6,6% pada Maret 2015.

Kredit Danamon untuk segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkontribusi sebesar 29% dari seluruh kredit Danamon. Kredit untuk segmen komersial meningkat 11% dibandingkan tahun lalu, menjadi Rp 15 triliun pada akhir Maret 2015, serta kredit untuk segmen korporasi mencapai Rp 16,4 triliun.  Pada Maret 2015, pembiayaan perdagangan atau trade finance Danamon membukukan pertumbuhan sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 24 triliun.

Dalam hal kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Gross Non-Performing Loans/NPL) berada pada posisi yang terjaga pada 2,5% pada akhir Maret 2015, sementara rasio biaya kredit berada pada posisi 3,3%. 

“Penurunan biaya operasional sebesar 7% dibandingkan tahun lalu menunjukkan disiplin pada pengelolaan pengeluaran operasional serta inisiatif Danamon untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, termasuk relokasi cabang dan penyesuaian sumber daya manusia yang menghasilkan perbaikan dalam rasio biaya terhadap pendapatan (Cost Income Ratio/CIR) sebesar 1,9% dari 55,2% menjadi 53,3% dalam kuartal pertama tahun ini,” kata Chief Financial Officer dan Direktur Danamon Vera Eve Lim dalam keterangan tertulisnya.

Dalam hal kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Gross Non-Performing Loans/NPL) berada pada posisi yang terjaga pada 2,5% pada akhir Maret 2015, sementara rasio biaya kredit berada pada posisi 3,3%.

“Penurunan biaya operasional sebesar 7% dibandingkan tahun lalu menunjukkan disiplin pada pengelolaan pengeluaran operasional serta inisiatif Danamon untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, termasuk relokasi cabang dan penyesuaian sumber daya manusia yang menghasilkan perbaikan dalam rasio biaya terhadap pendapatan (Cost Income Ratio/CIR) sebesar 1,9% dari 55,2% menjadi 53,3% dalam kuartal pertama tahun ini,” kata dia. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS