25 PTKIN Terima Dana Penerbitan SBSN

Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam tahun ini kembali menyelenggarakan program penguatan sarana dan prasana pendidikan tinggi Islam melalui skema Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN). Setelah tahun lalu sukses dengan 7 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), SBSN tahun ini diperuntukan bagi 25 PTKIN.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengingatkan agar PTKIN penerima program Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini dapat melaksanakannya dengan transparan dan professional. Menurutnya, implementasi program pengembangan sarana dan prasarana PTKIN ini harus sesuai dengan regulasi yang ada.  Peringatan ini ditegaskan Kamarudin Amin saat memberikan pengarahan dalam acara Persiapan dan Optimalisasi Pelaksanaan Program SBSN Tahun 2016.

Program SBSN sebagai alternatif pebiayaan APBN, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi harus berjalan dengan baik, sehingga publik percaya bahwa kita mampu mengelolanya. Salah satu tujuan SBSN adalah  pembiayaan pembangunan proyek pemerintah, termasuk  sarana dan prasarana pendidikan. “Bapak dan Ibu harus mencari rekanan mitra atau kontraktor yang professional,” tandasnya seperti dilansir kemenag.go.id.

Kamarudin mengingatkan para pejabat pelaksana program SBSN di 25 PTKIN, untuk berhati-hati karena angkanya besar. “Ditjen Pendis bersama KPK sudah berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah sejak dini agar perjalanan pengelolaan anggaran menjadi lebih baik,” katanya.

Kamarudin meminta agar penangungjawab SBSN dapat mempelajari dan memahami proses pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan baik untuk meningkatkan profesionalisme.  Kamarudin juga meminta Direktorat Pendidikan Islam dapat melakukan pemantauan program ini efektif dan sistematis. “Kalau bisa, ada laporan tiap bulan melalaui sistem aplikasi yang realibel dan mudah,” pesan Kamarudin.

Kegiatan Persiapan dan Optimalisasi Pelaksanaan Program SBSN Tahun 2016 dilaksanakan di Jakarta. Tidak kurang dari 70 peserta perwakilan dari 25 PTKIN penerima SBSN Tahun 2016 ikut ambil bagian. Di antara PTKIN penerima SBSN tahun ini adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maliki Malang, UIN Walisongo Jawa Tengah, UIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Padang,  STAIN Ponorogo, dan lainnya.

Terhadap PTKIN yang belum mendapat program SBSN, Guru Besar Tafsir UIN Alaudin Makasar ini berpesan untuk bersabar, dan pada saatnya akan mendapat giliran. “Saya melihat ada beberapa PTKIN yang merasa belum puas karena belum mendapatkan manfaat program ini,” kata Kamarudin.

Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Siti Sakdiyah  melaporkan bahwa pada tahun anggaran 2016, Ditjen Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Islam memberikan amanah kepada 25 PTKIN (UIN, IAIN dan STAIN) untuk mengelola program SBSN. Program ini nantinya diperuntukan bagi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, seperti gedung ruang kelas, laboratorium, perpustakaan dan sarana dan prasarana lainnya. Pada tahun sebelumnya baru 7 PTKIN. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS