Garuda Peroleh Pinjaman USD 100 Juta

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. ( GIAA) menandatangani perjanjian kerjasama “Bridging Loan Facility” dengan prinsip Musyarakah (Syariah) dengan BII-Maybank senilai USD 100 juta. Penandatanganan kerjasama pembiayaan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo dan Presiden Direktur BII-Maybank Taswin Zakaria.

Kerjasama pembiayaan tersebut dilaksanakan dengan jangka waktu pendanaan selama 1 (satu) tahun dalam bentuk pembiayaan talangan (Bridging Loan Facility) berkaitan dengan rencana pendanaan dan pengembangan perusahaan ke depan melalui penerbitan Obligasi Sukuk International (Global Sukuk Bond") sebesar USD 500 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia M Arif Wibowo mengatakan, kerjasama fasilitas pembiayaan tersebut merupakan bentuk kepercayaan mitra perusahaan terhadap Garuda Indonesia sejalan dengan membaiknya kinerja Perseroan sepanjang awal tahun 2015. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Garuda melaksanakan program “Quantum Leap” yang menjadikan Garuda sebagai global player dengan predikat Maskapai Bintang Lima (5-Star Airline), menempati peringkat ketujuh airline dunia, serta menjadi anggota aliansi global SkyTeam.”

Berbagai pencapaian Garuda Indonesia dalam 10 tahun terakhir tersebut menjadi fondasi utama bagi pengembangan perusahaan ke depannya untuk dapat bersaing di level international, khususnya di tengah kondisi perekonomian global yang semakin cepat berubah, iklim industri yang semakin kompetitif, dan siklus bisnis yang semakin pendek.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Ari Askhara Danadiputra menambahkan, kerjasama “Bridging Loan Facility” tersebut merupakan bagian dari strategi “Quick Wins” Garuda Indonesia untuk menunjang rencana pembiayaan perusahaan ke depan yaitu financial reprofiling sambil menunggu momentum yang tepat bagi Garuda Indonesia untuk menerbitkan Global Sukuk Bond. Garuda Indonesia melaksanakan strategi jangka pendek “Quick Wins” untuk rebound di tahun 2015 di tengah kondisi industri penerbangan -bukan saja domestik namun juga global- yang dewasa ini sedang mengalami “turbulensi”. Dalam upaya mengatasi berbagai kondisi tersebut serta sebagai bagian dari program pengembangan perusahaan ke depan, program “Quick Wins” dilakukan melalui tiga strategi utama, sebagai berikut:

  1. Peningkatan “Revenue Generator”, di mana seluruh potensi yang dapat meningkatkan revenue perusahaan akan dimaksimalkan.
  2. Restrukturisasi “Cost Driver”, di mana Garuda akan melakukan penataan dan restrukturisasi biaya sehingga dapat dicapai efisiensi yang tinggi, tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan.
  3. Kegiatan “Reprofiling”, melalui berbagai langkah dan strategi menyangkut aspek keuangan, sehingga kondisi finansial perusahaan terjaga.

Kerjasama antara Garuda Indonesia dengan BII-Maybank telah terjalin cukup baik dalam berbagai bidang, antara lain fasilitas sindikasi, fasilitas pinjaman bilateral, dan transaksi pertukaran mata uang asing.

Sebelumnya, BII-Maybank juga memberikan fasilitas pembiayaan sebesar USD 100 juta pada tahun 2014 untuk program pengembangan bisnis dan operasional Garuda Indonesia. Selain itu, pemegang saham utama BII-Maybank, Malayan Banking (Maybank) Berhad, akan turut berpartisipasi dalam rencana penerbitan Obligasi Sukuk Internasional (“Global Sukuk Bond”) sebesar USD 500 juta melalui perusahaan terafiliasinya di Malaysia, yaitu Maybank Investment Bank Berhad, yang nantinya akan bertindak sebagai “Joint Lead Managers & Joint Bookrunners”. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS