Sempat Dikira Mau Bangun Masjid

Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Syariah Indonesia (AHSIN) Riyanto Sofyan

Hal berbeda dialami Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Syariah Indonesia (AHSIN) Riyanto Sofyan. Dia menjelaskan, pada 1992, dirinya memutuskan menerapkan prinsip-prinsip syariah secara menyeluruh pada hotel yang dikelolanya. Sebagai dasar dari visi,misi , filosofi, nilai inti korporat dan operasional Hotel Sofyan. "Sempat dikira mau bangun masjid," jelas dia seraya tersenyum.

Langkah awal yang dilakukan adalah meningkatkan sosialisasi. Seiring dengan itu menghapuskan penggunaan bahan dari daging babi.Menutup Santai Music Club di Hotel Sofyan Betawi, menutup Terminal Discotheque di Hotel Sofyan Tebet.

Setelah itu, menghapus minuman beralkohol yang diikuti penutupan Health Centre di Hotel Sofyan Cikini.Semenjak 2002 mulai memberlakukan penyeleksian tamu. Serta mendapatkan sertifikat lembaga bisnis syariah dari DSN MUI pada 2003. "Perubahan ini tidak mempengaruhi kinerja perusahaan," terang dia yang juga Chairman PT Sofyan Hotels Tbk itu.

Dia menjelaskan, dalam mengembangkan produk harus berdasarkan kriteria Umum dan standarisasi yang ditetapkan untuk industri pariwisata syariah didukung oleh infrastruktur baik fisik maupun hukum yang ramah terhadap wisatawan muslim. Prioritasnya adalah hotel, restoran, travel agen dan Spa.

Sepanjang 2013 Indonesia kedatangan wisatawan muslim sebesar1,72 juta  atau sebesar20% dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia yaitu sebesar 8.80 juta.  Sudah ada 36 Hotel Syariah yang bersertifikat dari DSN MUI.Lebih dari 310 restoran bersertifikat halal dari LPPOM Majelis Ulama setempat.Biro perjalanan wisata yang sudah mempunyai serifikat syariah sebanyak 1 dan Spa yang sudah bersertifikat syariah sebanyak 3. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS