Perlu Perjuangan Berat

2015, www.muslimedianews.com

Dalam mengembangkan perbankan syariah atau keuangan syariah membutuhkan perjuangan yang berat.  Hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi yang sering dikatakan sebagai negara muslim pun, sebagian besar penduduknya lebih senang menyimpan uangnya di Swiss atau negara Eropa lainnya.

Ketua Umum PB NU KH Said Aqil Siradj mengatakan, untuk mengembangkan perbankan syariah harus bertahap. “Insya Allah kalau niatnya baik akan semakin baik lagi. Jangan harap sekarang menanam besok panen,” ucap dia saat memberikan sambutan penutupan seminar keuangan syariah yang diadakan Ikatan Sarjana NU (ISNU) di gedung PBNU, Jumat (22/5).

Selain itu, prinsip yang harus diperhatikan dalam mengembangkan perbankan syariah adalah mengusahakan meringankan beban. Serta tidak merugikan atau melecehkan siapapun. Artinya, dalam mengembangkan bank syariah atau sistem keuangan syariah tidak boleh menyakiti pihak lain.

Terakhir adalah bertanggungjawab dan konsekuen. Terkait dengan itu, Said Aqil menceritakan sempat berjumpa dengan pengelola BMT Sidogiri yang memiliki aset lebih dari Rp1 triliun. “Kunci utama dari keberhasilan itu adalah tidak ada intervensi dari Kiayi dan kerabatnya,” terang dia.

Pada prinsipnya, jelas dia, dalam mengembangkan keuangan syariah jangan sampai melupakan generasi mendatang. Itulah sebabnya, pada saat ini harus membangun generasi yang kuat, baik itu agamanya, ekonominya dan  sebagainya.  Hal ini penting karena dibutuhkan konseptor atau pemikir-pemikir yang selalu mendukung perjalanan bank syariah atau sistem keuangan syariah di Indonesia. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS