Tertantang Kembangkan Bank Syariah

Direktur Utama BNI Syariah, Dinno Indiano

Bankir kelahiran 1960 itu, memulai karirnya pada 1987 di Bank Niaga. Sepanjang perjalanan karirnya, Dino memang belum pernah bekerja di bank syariah. Bahkan tidak berfikir suatu saat akan bekerja dan menjadi Presiden Direktur di bank syariah. “ Gak pernah berfikir dalam hidup saya bisa pegang bank syariah. Ini sangat menarik,” ucap dia.

Ketika pertama kali ditunjuk, dia mengaku heran. Apalagi lulusan Fakultas Ekonomi Unpad 1985 ini merasa tidak memiliki tampang dan gaya syariah. Nama lengkapnya pun tidak memiliki ‘bau’ syariah. Itulah sebabnya sejumlah rekan-rekannya cukup surprise atas penunjukan itu. Jadi secara pribadi, dia mengaku hal itu sangat luar biasa. Seperti diingatkan kembali untuk menunaikan sholat lima waktu.

Agar bisa memahami seluk beluk perbankan syariah, kelahiran Bloomington, Indiana, USA, ini memutuskan untuk mengikuti kursus kilat mengenai perbankan syariah. Di bawah bimbingan Adiwarman Karim, akhirnya dia menyadari kalau bisnis perbankan syariah tidak serumit yang dikatakan banyak orang.

Tapi, dia mengakui, untuk mengembangkan perbankan syariah diperlukan semangat yang double. Sebabnya, tantangan harus dihadapi cukup berat dengan kondisi perbankan syariah yang masih kecil. Itulah sebabnya, induk perusahaan maupun seluruh jajaran di BNI Syariah diminta bersama-sama mengembangkan bisnis BNI Syariah jauh lebih tingi dari pada saat ini.

Untungnya bankir maupun stakeholders di perbankan syariah orangnya baik-baik. Sehingga kerap mendapatkan berbagai masukan positif. Staf dan managemen di BNI Syariah juga mudah diajak berbicara. Sehingga dirinya mengaku cenderung tidak mengalami kesulitan ketika awal menjadi Presiden Direktur. Hal itulah yang kemungkinan besar menjadi salah satu alasan pada 2014, BNI Syariah mengalami kenaikan aset sebesar 32,52%. Jauh melampaui, volume industri perbankan syariah yang tumbuh sekitar 12,4%. (her)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS